|

Melawan Penuaan dengan Stem Cell “Antiaging” ?

Bagian 2

Oleh: Dr. dr. Eko Setiawan, Sp.B, FINACS

Menjadi tua adalah pasti, karena itu hukum tuhan yang tidak dapat kita lawan bahwa segala sesuatu yang hidup tidak bergerak menuju kesempurnaan tapi kepada kefanaan. Usia semakin bertambah tua tidak selalu disertai dengan penuaan. Penuaan atau Aging adalah kemunduran fungsi yang disebabkan karena usia, baik pada level sel maupun pada fisiologi tubuh.

Penuaan ditandai dengan bekurangnya elastisitas kulit akibat sel fibroblast pada tubuh tidak lagi mampu memproduksi kolagen dalam jumlah dan kualitas yang cukup. Rambut yang menjadi semakin halus karena kutikula rambut kehilangan stem cell dalam jumlah yang banyak. Massa otot juga berkurang, kebalikannya jumlah lemak di perut bertambah karena melambatnya metabolisme. Demikian juga orang tua lebih mudah terkena diabetes, hipertensi, stroke serta banyak penyakit akibat menuanya pembuluh darah yang disebut aterosklerosis.

Osteoartritis atau dalam istilah awam dikenal dengan pengapuran lutut, ditandai dengan nyeri dan kram pada area lutut. Pada keadaan yang berat lutut menjadi bengkok dan tidak jarang pula harus berakhir dengan operasi. Obat penahan rasa sakit hanyalah bersifat sementara sebelum terjadi kerusakan yang lebih lanjut.

Tuhan membekali manusia terlahir kedunia dengan yang Bernama “STEM CELL” atau Sel Punca. Kita diberi bekal berkelimpahan stem cell pada banyak organ. Jumlahnya tergantung dari lokasinya. Kulit memiliki lapisan kaya stem cell pada folikel rambut sehingga kulit dapat “berganti” secara periodik. Namun jumlahnya sedikit pada jaringan otak, sehingga kerusakan jaringan otak pada orang tua seringkali divonis sebagai sequele atau cacat permanen.

Jumlah stem cell yang ada didalam tubuh terus berkurang seiring dengan bertambah usia, kerusakan akibat pola hidup yang buruk, stress dan kesalahan lain membuat seorang lebih cepat tua dibandingkan orang seusianya. Banyak yang usianya masih 30 tapi terlihat seperti 50 tahun ataupun sebaliknya. Demikian juga dengan fungsi tubuh, banyak yang berusia 70 tahun keatas masih tetap aktif tapi tidak sedikit yang berusia 40 tahun tidak mampu berjalan beberapa ratus meter saja.

Lalu apakah stem cell yang ada didalam tubuh kita bisa diperbanyak? Saya meyakini dari banyak literatur bahwa tidak bisa diperbanyak dengan tambahan dari luar. Hanya saja kita bisa merawat stem cell tersebut dengan memberikan stem cell dari luar tubuh atau memberikan makanan sel persis sama dengan makanan yang dibutuhkan oleh stem cell untuk terus hidup.

Stem cell memiliki tiga kemampuan yang dapat diandalkan yaitu sebagai antinflamasi, immunomodulasi dan regenerasi. Antiinflamasi adalah kemampuan untuk menekan peradangan, imunomudulasi adalah peningkatan dan pengaturan sistem imun, dan regenerasi adalah perbaikan jaringan. Stem cell memiliki kemampuan ini karena mengeluarkan faktor parakrin yang sangat kaya disebut dengan sekretom.

Jika sekretom stem cell ini masuk ke jaringan kulit maka sel fibroblast yang ada pada jaringan tersebut akan teraktifasi menjadi myofibroblast yang dapat menghasilkan kolagen, fibronektin, elastin yang mempertahankan kulit tidak berkerut dan tidak jatuh. Kolagen yang dihasilkan adalah natural kolagen dari tubuh sendiri bukan kolagen substitusi yang banyak diiklankan diminum dan disuntikkan. Kolagen tidak dapat diminum dan masuk kedalam sel, kolagen dapat disintesis oleh tubuh selama fibroblast masih ada dan dapat diaktifasi. Yang memberikan makanan kepada sel tersebut adalah stem cell niche melalui secret parakrin yang dihasilkan.

Lansia juga mengalami perlambatan metabolisme, otot yang mengecil dan deposit lemak perut yang bertambah. Stem cell sekretom terbukti meperbaiki metabolisme dan masa otot pada penuaan sehingga penyakit akibat gangguan metabolisme dapat dicegah.

Pada usia tua terjadi penipisan tulang rawan pada lutut ditandai dengan nyeri dan bunyi tulang pada saat gerakan lutut. Degenerasi pada sendi ini diakibatkan oleh inflamasi dan trauma berulang ulang karena menumpu berat badan. Pengobatan yang diberikan pada stadium awal adalah dengan obat antinyeri selanjutnya dengan suntikan pada sendi. Akan tetapi sampai saat ini belum ada satupun molekul obat yang dapat memperbaiki sendi yang sudah mengalami kerusakan. Stem cell sekretom dari banyak penelitian klinis dapat meregenerasi tulang rawan sendi dan meredakan peradangan sendi sehingga secara anatomi dan fungsi menjadi semakin baik.

Inflamasi atau peradangan kronis pada otak dikaitkan juga dengan penuaan pada otak. Terjadi kerusakan pada level DNA, memendeknya telomer dan kerusakan mitokondria. Pada akhirnya akan terjadi penumpukan protein jahat yang merupakan awal mula terjadinya penyakit Alzheimer. Lansia menjadi lebih pelupa dan kognitif menjadi berkurang. Stem cell sekretome diharapkan dapat memperbaiki niche yang ada pada otak karena ukuran molekul yang lebih kecil dibandingkan stem sel dan molekul obat lain sehingga dapat menembus sawar darah otak dengan baik.

Stem cell bukanlah membuat tidak tua atau tidak mati. Tua dan mati adalah kodrat manusia dan semua makhluk bernyawa. Tapi menjadi tua dan tetap sehat bermanfaat Impian banyak orang.

(Dr dr Eko Setiawan SpB FINACS adalah Dokter Spesialis Bedah, Dosen dan Peneliti dibidang Stem Cell)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *