Suasana mudik saat Lebaran 2924 memasuki Kota Semarang. Dok Bahtera Jateng
|

Menhub Dudy Purwagandhi Minta Pemda dan Kepolisian Berkolaborasi Atasi ODOL

MAGELANG [BahteraJateng]- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta pemerintah daerah bersama kepolisian berkolaborasi mengatasi permasalahan angkutan Over Dimension dan Over Loading (ODOL).

“Tantangan yang dihadapi oleh pemda (pemerintah daerah) terkait keselamatan di sektor transportasi. Tingginya tingkat kecelakaan di level nasional dan provinsi perlu menjadi perhatian bersama,” kata dia, saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Magelang Retreat: Pembekalan Kepala Daerah 2025-2030” di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/2).


Menurut dia, salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kerusakan jalan. Dia menilai penguatan koordinasi dengan pemda penting untuk dilakukan, khususnya yang berkaitan dengan pengaturan kendaraan pengangkutan barang atau logistik.

“Terhadap fenomena ODOL, kolaborasi Kemenhub dengan Pemda dan Kepolisian menjadi sangat penting. Bersama-sama kita perlu konsisten untuk melakukan sejumlah kegiatan, seperti uji berkala kendaraan, pemeriksaan di jembatan timbang, hingga penegakan hukum terhadap para pelanggar,” kata Menhub Dudy.


Dia melanjutkan, partisipasi pemda sangat penting untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode angkutan Lebaran 2025.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, partisipasi pemda, khususnya yang daerahnya menjadi tujuan utama mudik sangat penting untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode Lebaran tahun 2025. Saya berharap partisipasi di tahun ini dapat ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan selamat, nyaman, dan lancar,” kata Menhub Dudy.

Pihaknya telah melakukan pemetaan pada titik-titik rawan kecelakaan, hingga sejumlah lokasi yang berpotensi besar mengalami kepadatan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2025. Salah satu menjadi perhatian sebut saja jalur arteri dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah yang kerap mengalami kemacetan akibat adanya pasar tumpah.

“Setidaknya, terdapat kurang lebih 25 lokasi pasar tumpah yang tersebar di sepanjang jalur mudik arteri dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Selain itu, kepadatan lalu lintas juga berpotensi terjadi di sejumlah destinasi wisata, khususnya yang berada di wilayah Jawa Barat seperti Bogor dan Bandung, hingga Jawa Timur. Ini perlu diantisipasi,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *