Pawai Ogoh-Ogoh di Semarang Meriah, Tegaskan Predikat Kota Toleran
SEMARANG[BahteraJateng] – Pawai Ogoh-Ogoh di Kota Semarang berlangsung meriah pada Minggu (26/4) sore. Sebanyak 1.500 peserta dari 32 kelompok lintas budaya ambil bagian dalam parade seni budaya lintas agama yang digelar dari Balai Kota menuju Simpang Lima.
Ribuan warga tampak memadati sepanjang rute untuk menyaksikan arak-arakan yang menampilkan ogoh-ogoh berukuran besar dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, Kendal, dan Jepara. Selain itu, beragam kesenian turut memeriahkan suasana, mulai dari beleganjur, barongsai, rebana, hingga topeng ireng.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan pawai ini menjadi simbol kuat harmoni dan keberagaman di Ibu Kota Jawa Tengah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti umat Hindu, tetapi juga melibatkan kelompok lintas agama, organisasi keagamaan, hingga penghayat kepercayaan.
“Pawai ini menjadi refleksi kebersamaan dalam menjaga keseimbangan hidup dan memperkuat toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian Semarang sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia menjadi dorongan untuk terus merawat kerukunan. Berdasarkan Indeks Kota Toleran 2025 dari SETARA Institute, Semarang menempati peringkat ketiga nasional.
Setibanya di Simpang Lima, Agustina juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai toleransi sebagai kekuatan sosial. Berbagai event keagamaan seperti Dugderan, Karnaval Paskah, dan pawai Ogoh-Ogoh dinilai turut berdampak pada pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
Pemkot Semarang pun bersiap menggelar agenda berikutnya, Semarang Night Carnival pada 2 Mei mendatang, dalam rangka HUT ke-479 Kota Semarang.
Event tersebut akan menghadirkan delegasi internasional dari Jepang, Korea, Belanda, hingga Maroko.
“Mari kita jaga semangat ini dan jadikan perbedaan sebagai energi kolaborasi. Semarang harus menjadi tuan rumah yang nyaman dan rukun bagi semua,” pungkasnya.(sun)

