Pemkab Demak Bentuk Bank Sampah Induk 2 untuk Tekan Lonjakan Sampah
DEMAK[BahteraJateng] — Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membentuk Bank Sampah Induk (BSI) 2 yang mencakup Kecamatan Mranggen dan Karangawen sebagai upaya menekan peningkatan volume sampah sekaligus mencegah konflik sosial akibat persoalan lingkungan. Pembentukan dilakukan di Aula SMP Negeri 3 Mranggen pada Selasa (10/2).
Sekretaris DLH Demak, Sudarwanto, mengatakan kondisi lingkungan saat ini semakin mengkhawatirkan karena volume sampah terus meningkat seiring pertambahan penduduk.

Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan nonorganik juga kerap memicu persoalan di lingkungan.
“Pembentukan BSI 2 oleh Pemkab Demak selaras dengan dorongan penguatan budaya gotong royong dan penerapan prinsip R3 (Reduce, Reuse, Recycle) atau PPO (Pungut, Pilah, Olah),” ujarnya.

Berdasarkan kajian pengelolaan sampah, sekitar 40 persen sampah memiliki nilai jual, 30 persen dapat diolah menjadi kompos, dan 30 persen merupakan residu yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Bank Sampah Induk 2 akan berperan sebagai lembaga koordinatif dan pengendali pengelolaan sampah tingkat kecamatan serta bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) untuk pengembangan inovasi berbasis riset.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan sekolah, desa, serta organisasi perempuan seperti Fatayat dan Muslimat. Forum juga menyepakati susunan organisasi BSI 2 dan pembentukan grup komunikasi untuk memperkuat koordinasi.
DLH berharap BSI 2 mampu mendorong pembentukan bank sampah di tingkat RW dan sekolah serta menekan potensi polusi dan konflik sosial akibat persoalan sampah di masyarakat.(day)

