Ngantor di Desa
Bupati Demak Eisti'anah bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Ari Widodo dalam acara "Ngantor di Desa" di Gedung Serbaguna Desa Sumberejo, kec Mranggen kabupaten Demak, Rabu (15/4).(Dok. Bahtera Jateng/PH)

Pemkab Demak Bentuk Desa Binaan Imigrasi, Perkuat Perlindungan Warga dari TPPO

DEMAK[BahteraJateng] – Pemerintah Kabupaten Demak memperkuat perlindungan warganya dalam isu keimigrasian dengan membentuk Desa Binaan Imigrasi di tiga wilayah, yakni Desa Sumberejo, Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen dan desa Jragung kecamatan Karangawen. Program ini diresmikan dalam kegiatan “Ngantor di Desa” yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Sumberejo pada Rabu (15/4).

Bupati Demak, Eisti’anah, hadir langsung bersama Wakil Bupati Badruddin serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Ari Widodo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan publik sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terkait prosedur keimigrasian.


Peresmian Desa Binaan Imigrasi ditujukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara pembuatan paspor yang benar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dalam program ini, perangkat desa diharapkan berperan aktif sebagai perpanjangan tangan Kantor Imigrasi dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada warga.


“Warga yang ingin bekerja ke luar negeri harus berangkat melalui jalur resmi agar aman dan hak-haknya terlindungi,” ujar Eisti’anah dalam sambutannya.

Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengembangkan inovasi layanan paspor untuk mempermudah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap keberadaan orang asing hingga ke tingkat desa.

Dalam sesi sosialisasi, Imigrasi memaparkan sejumlah poin penting, antara lain prosedur permohonan paspor, pentingnya verifikasi data kependudukan untuk mencegah pemalsuan dokumen, serta edukasi mengenai risiko bekerja di luar negeri tanpa dokumen resmi.

Program “Ngantor di Desa” sendiri merupakan inovasi Pemkab Demak untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui program ini, pelayanan publik dibawa lebih dekat ke warga, sehingga kebijakan yang diambil diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan bupati Eisti’anah ke pelayanan dari dinas dinas lainya yang ikut di dalam giat “Ngantor di Desa”

Warga menyambut baik inisiatif ini, terutama dalam upaya melindungi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari praktik penempatan ilegal yang berisiko tinggi.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *