Festival Thong-Thong Lek Keliling 2026
Bupati Rembang, Harno, membuka Festival Thong-Thong Lek Keliling Tahun 2026 dengan Tagline Njaga Kerukunan Njaga Kabudhayan, Selasa (17/3).(Dok. Tangkapan layar kanal YT Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang)
|

Pemkab Rembang Gelar Festival Thong-Thong Lek Keliling 2026

REMBANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Thong-Thong Lek Keliling 2026, Selasa (17/3) dengan mengusung tagline “Njaga Kerukunan Njaga Kabudhayan”. Kegiatan dimulai dari Perempatan Jaini dan berakhir di Gedung Haji Rembang.

Festival ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Forkopimda, kepala OPD, camat, serta lurah se-Kabupaten Rembang. Pembukaan dilakukan secara simbolis dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Rembang, Harno, bersama jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya, Harno menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara, termasuk aparat keamanan dan instansi terkait.

“Terima kasih kepada Polres Rembang, Kodim Rembang, Satpol PP, Dishub, serta semua pihak yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap hadir menyaksikan festival meskipun hujan mengguyur wilayah Rembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Prapto Raharjo, mengatakan festival ini bertujuan melestarikan seni tradisional sekaligus menjadi wadah kreativitas bagi para pelaku seni.

“Festival ini menjadi upaya menjaga kelestarian budaya thong-thong lek serta memberikan hiburan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sebanyak 25 peserta turut ambil bagian dalam festival yang mengusung tema “Tradisional Era 70 dan 90” tersebut.

Dalam ajang ini, Grup Guwe Generation dari Desa Gegunung Wetan, Kecamatan Rembang, berhasil meraih juara pertama dengan nilai 356. Posisi kedua ditempati Grup Laskar Klojawu dari Desa Banggi, Kecamatan Kaliori dengan nilai 341, disusul Grup Purboyo dari Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori di posisi ketiga dengan nilai 336.

Festival ini diharapkan dapat terus mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kerukunan masyarakat di Kabupaten Rembang.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *