Pemkab Rembang Perkuat Program MBG, SPPG Didorong Jadi Offtaker Produk Lokal
REMBANG[BahteraJateng] — Pemerintah Kabupaten Rembang menggelar rapat koordinasi Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memperkuat pelaksanaan program yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kegiatan berlangsung di Lantai 4 Gedung Setda Kabupaten Rembang pada Kamis (12/2).
Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro’ menegaskan, program MBG tidak sekadar mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat, tetapi merupakan strategi besar yang mencakup peningkatan gizi anak, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Menurutnya, pelaksanaan program harus dirancang komprehensif agar memberikan dampak berkelanjutan.
“Pemerintah daerah ingin membangun ekosistem terpadu yang menghubungkan sektor produksi hingga konsumsi, melibatkan petani, peternak, koperasi, BUMD, serta penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep tersebut juga menjawab aspirasi para petani dan peternak yang disampaikan dalam Musrenbangcam di 14 kecamatan.
“Banyak di antara mereka mengeluhkan hasil panen dan ternak yang belum terserap optimal oleh pasar,” imbuhnya.
Melalui program ini, pemerintah mendorong keterhubungan langsung antara pelaku produksi lokal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di masing-masing kecamatan. Dengan demikian, pasokan bahan pangan untuk MBG dapat dipenuhi dari sumber lokal secara berkelanjutan.
Pemkab Rembang juga menekankan peran SPPG tidak hanya sebagai pelaksana teknis penyedia makanan, tetapi sebagai agregator sekaligus offtaker produk pertanian, perkebunan, dan peternakan daerah.
“Skema link and match dinilai penting, mulai dari kepastian volume, kualitas, harga, hingga kontinuitas pasokan,* tandasnya.(day)

