Kecelakaan di Jembatan Layang Arteri Semarang
Pengendara sepeda motor tewas tertimpa muatan besi dari sebuah truk di Jalan Arteri Utara, kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, Kota Semarang, Rabu (23/7) sore.(Foto Ist)
|

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Muatan Truk di Jembatan Layang Arteri Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – Seorang pengendara sepeda motor tewas tertimpa muatan besi dari sebuah truk di Jalan Arteri Utara, kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, Kota Semarang, Rabu (23/7) sore. Korban meninggal di tempat usai terjepit antara besi jembatan dan material rongsokan yang jatuh dari truk.

Peristiwa tragis itu bermula saat truk bermuatan rongsokan besi melakukan perjalanan dari Genuk menuju Jakarta. Saat melintas di Jembatan Layang Arteri, pengemudi truk merasakan ada kemiringan dalam muatannya dan mencoba menepi perlahan ke sisi kiri jalan dengan kecepatan rendah.


Namun sebelum berhasil berhenti, truk justru oleng ke kanan. Di saat bersamaan, terdapat mobil dan sepeda motor yang melaju di jalur kanan. Mobil berhasil menghindar, namun pengendara motor tidak sempat menghindar dan langsung tertimpa muatan besi yang jatuh dari atas truk.

“Korban meninggal di tempat kejadian dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 19.31 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke RSUP Karyadi Semarang,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono pada Kamis (24/7).


Budiono menambahkan, setelah evakuasi korban pertama, pencarian sempat dilanjutkan karena adanya informasi dari saksi yang menyebut kemungkinan masih ada korban lain tertimpa muatan truk.

Sekitar pukul 22.35 WIB, alat berat crane didatangkan untuk mengangkat muatan dan memeriksa area di bawah truk. Namun hasil pencarian lanjutan tidak menemukan korban tambahan.

“Proses pencarian cukup terkendala karena lokasi kejadian yang sulit dijangkau dan adanya aliran listrik bocor akibat muatan besi yang menghantam kabel listrik,” terangnya.

Operasi pencarian akhirnya ditutup pada pukul 23.00 WIB setelah tidak ditemukan korban lain. Seluruh tim SAR yang tergabung dalam beberapa Satuan Reaksi Unit (SRU) kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi ini. Meski hanya satu korban, upaya pencarian tetap dilakukan maksimal hingga dinyatakan tuntas,” pungkas Budiono.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *