|

Perkembangan Cepat Kecerdasan Buatan Jadi Fondasi Digital Indonesia

JAKARTA [BahteraJateng]- Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)

yang cepat, aman, dan mandiri akan menjadi fondasi kedaulatan digital Indonesia.


Country Lead Business NVIDIA, Adrian Lesmono mengatakan, kedaulatan AI bukan lagi wacana.

“Teknologi AI cepat, aman, dan mandiri adalah fondasi kedaulatan digital Indonesia. Kedaulatan AI artinya kontrol penuh atas data, efisiensi dan akselerasi digital,” terang dia, Selasa (11/3).


Dia menerangkan, perkembangan kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) diperkirakan akan menjadi salah satu game-changer dalam bisnis berbasis teknologi. Di samping itu, semakin dipandang sebagai mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi global.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang AI, mengingat tingkat adopsi AI tergolong tinggi di kawasan Asia Tenggara,” kata dia.

Penerapan AI di Indonesia perlu disesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional. Upaya ini mulai dilakukan, salah satunya melalui pembentukan Kolaborasi Riset & Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) bertujuan menjembatani kesenjangan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas publik.

Sekjen Partnership (KORIKA), Sri Safitri, mengatakan, meski berpotensi mendorong transformasi besar, pengembangan AI di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.

“Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) masih terbatas,” teramg dia.

Hingga saat ini, kata dia, jumlah individu memiliki keahlian dalam bidang AI masih sangat sedikit. Bahkan, program studi khusus AI di Indonesia baru dimulai.

“Selain itu, keterbatasan infrastruktur digital juga menjadi hambatan besar. Kemudian, kurangnya pendanaan dan riset & pengembangan (R&D). Dari sisi regulasi, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan data dan kebijakan terkait AI. Terakhir, keterbatasan akses terhadap teknologi,” ungkap dia.

Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda mengatakan, adopsi AI tumbuh pesat di sektor finansial dan ekonomi digital menunjukkan teknologi ini telah menjadi tulang punggung transformasi ekonomi.

“Dengan dukungan strategi pemerintah, kolaborasi industri, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja, AI dapat memberdayakan Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” terang dia.

Meski berpotensi mendorong transformasi besar, lanjut dia, pengembangan AI di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.

Pemerintah berperan strategis dalam mendorong pengembangan AI di tingkat nasional, melalui regulasi mengatur AI dan tata kelola guna memaksimalkan manfaat besar AI sekaligus meminimalkan resikonya.

Di Indonesia, penguatan kedaulatan AI sebaiknya dilakukan dengan mendorong lebih banyak sektor beralih dari fase Taker ke fase Shaper dan Maker.

Sebagai contoh, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) tidak hanya memanfaatkan AI untuk bisnis seperti peningkatan layanan pelanggan dan kinerja jaringan, tetapi juga aktif membangun ekosistem AI inklusif melalui pengembangan talenta, pelatihan, serta kolaborasi strategis demi pemerataan akses teknologi AI di berbagai sektor.

Selain Indosat telah mengadopsi teknologi AI melalui berbagai inovasi seperti Sahabat-AI, Indosat AI Experience Center, dan Digital Intelligence Operation Center (DIOC), sejumlah perusahaan lain juga turut memanfaatkan AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *