Polemik di FK PKBM Kota Semarang, Disdik Turun Tangan Lakukan Mediasi

SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Pendidikan Kota Semarang turun tangan menyelesaikan polemik yang terjadi dalam Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kota Semarang. Mediasi dilakukan di Eagle School Semarang pada Kamis (5/12/2024), dengan menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk pengurus dan anggota forum tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat, bersama Kabid PAUD dan PNF, memimpin diskusi untuk menjembatani komunikasi dan mencari solusi atas polemik di FK PKBM Kota Semarang tersebut.


Erwan menegaskan bahwa peran Dinas Pendidikan hanya sebagai mediator yang netral.

“Sangat penting bagi kita untuk menjaga pengelolaan dana yang transparan dan sesuai aturan. Khususnya iuran dari anggota tidak boleh diambil dari persentase dana BOSP, seperti 1,2% atau 1,8%, karena dapat menimbulkan multitafsir,” ujar Erwan. Ia juga menekankan pentingnya laporan keuangan yang terbuka untuk menjaga integritas forum.


Beny Samodra Triambodo, Kepala Sekolah Islam Al Barokah, menyampaikan kritik terhadap pengurus FK PKBM yang dinilai kurang transparan dalam mengelola dana iuran.

“Kami hanya ingin kejelasan. Uang yang kami setorkan itu digunakan untuk apa? Jika memang sudah dipakai untuk kegiatan yang bermanfaat, buktikan,” tegasnya.

Menanggapi kritik tersebut, Plt. Ketua FK PKBM Kota Semarang, Daryat, menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki manajemen forum. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal Kemendikbud, tidak ditemukan pelanggaran terkait iuran 1,8% yang menjadi sorotan.

“Kami berkomitmen untuk memperbaiki diri dan memberikan laporan pertanggungjawaban secara transparan kepada anggota,” ujar Daryat. Ia juga memastikan kebijakan akan dievaluasi untuk mencegah miskomunikasi di masa depan.

Mediasi ini diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang lebih baik serta menjamin transparansi dalam pengelolaan FK PKBM. Dengan solusi yang disepakati, Dinas Pendidikan berharap forum ini dapat tetap fokus berkontribusi bagi pendidikan tanpa terganggu masalah internal.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *