Komisi C DPRD Jateng Monev di PT BPR BKK Jateng (Perseroda) Cabang Brebes. [Foto: Dok Humas]
Komisi C DPRD Jateng Monev di PT BPR BKK Jateng (Perseroda) Cabang Brebes. [Foto: Dok Humas]
|

Prospek Kredit Pertanian Tinggi, Namun Kredit Macetnya Juga Tinggi

BREBES[BahteraJateng] – Komisi C DPRD Jateng melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke PT. BPR BKK Jateng Cabang Brebes, Selasa (11/11) lalu. Mereka diterima Kepala Cabang PT. BPR BKK Cab. Brebes, Bambang beserta direksi.

Sekretaris Komisi C Anton Lami Suhadi mengatakan, pihaknya pengin mengetahui prospek kredit sektor pertanian di BPR BKK Brebes ini dan sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan yang akhir-akhir ini menjadi program utama sektor ketersediaan pangan oleh Pemprov Jateng.


“Berapa penyerapan kredit di bidang pertanian pada tahun ini, apakah pengembaliannya lancar atau menyisakan kendala yang menyebabkan kredit macet cukup tinggi?” tanyanya seperti dikutip @dprdjatengprovinsi.

Senada, Anggota Komisi C Naryoko juga menanyakan hal yang sama, mengingat pertanian selalu mengenal musim, sehingga factor ini perlu diantisipasi oleh perbankan.


“Apakah ada asuransi atau tidak karena kasihan juga bagi para teman–teman petani jika ngambil kredit tapi tidak ada jaminan asuransi. Sebab jika terjadi kerugian yang diakibatkan gagal panen karena cuaca alam,” ujarnya.

Di Brebes, tambahnya, saya melihat apabila terjadi hujan banyak daerah yang tergenang yang juga bisa mengakibatkan gagal panen di sektor pertanian.

“Karena itu jika teman–teman petani yang sudah mengambil kredit akan terlindungi dengan adanya asuransi,” urainya.

Dalam pertemuan tersebut Bambang memaparkan, saat ini PT. BPR BKK Brebes memiliki Produk Kredit Unggulan seperti Kredit Mikro BKK telah menyalurkan sebesar Rp 25 miliar untuk UMKM. Dari penyaluran tersebut nilai kredit macetnya kisaran 3,44%. Sekarang ini ada kisaran 103 ribu unit usaha sebagai kreditur.

“Dari jumlah tersebut, tidak sedikit pelaku UMKM yang berhasil membuka lapangan kerja baru, termasuk wirausaha di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Adapun Kredit BKK Joglo tersalurkan Rp 17 miliar yang banyak diminati kalangan property atau pengembang-pengembang perumahan.

“Dalam tiga tahun terakhir ini banyak investor yang mulai menjajagi bisnis perumahan, sehingga menjadi target utama untuk dapat menjalin kerjasama kemitraan,” jelanya.

Adalagi Kredit BKK Sinden Rp 7 miliar untuk pelaku usaha seni dan industri kreatif di Kabupaten Brebes yang terus mengalami peningkatan yang signifikan. Termasuk usaha jenis kuliner atau kafe. “Sedangkan Kredit BKK Argo tersalurkan Rp 7,5 miliar untuk pertanian. Kredit macetnya memang sangat tinggi, mencapai 21%,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *