Resmikan TPSTT Bumi Hijau, Ahmad Luthfi: Tersono Batang Contoh Desa Mandiri Kelola Sampah
BATANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memuji langkah inovatif Desa Tersono, Kabupaten Batang, yang berhasil bertransformasi dari desa dengan persoalan sampah menjadi desa mandiri pengelola sampah.
Ia meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dan Terintegrasi (TPSTT) “Bumi Hijau” di Desa Tersono pada Senin (6/10).

“Kalau semua desa melakukan hal yang sama, sampah tidak akan jadi beban besar di TPA. Anggaran kita terbatas, jadi desa harus kreatif dan mandiri seperti Tersono,” ujar Luthfi.
Ia meminta DLH Jateng menjadikan Tersono sebagai model percontohan sekaligus tempat belajar bagi desa lain.

Menurutnya, TPSTT “Bumi Hijau” tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Program ini melibatkan warga secara langsung. Setiap rumah berkontribusi Rp15.000 per bulan dengan pengambilan sampah dua kali seminggu. Sampah organik diolah menjadi pakan maggot dan pupuk, sementara plastik didaur ulang menjadi produk kreatif.
“Kami jadi lebih sadar pentingnya memilah sampah. Lingkungan jadi bersih, udara lebih segar,” ujar Tin, warga Tersono.
Bupati Batang Faiz Kurniawan menyebut TPSTT “Bumi Hijau” menjadi percontohan pengelolaan sampah tingkat desa. Ia menilai inisiatif masyarakat ini penting di tengah meningkatnya aktivitas industri di Batang.
“Tahun 2027–2028 akan ada sekitar 32 pabrik beroperasi penuh dengan serapan tenaga kerja lebih dari 100 ribu orang. Kalau tidak disiapkan sejak sekarang, kita bisa kewalahan,” katanya.
TPSTT “Bumi Hijau” berdiri di atas lahan 7.000 meter persegi dan melayani tujuh desa di Kecamatan Tersono serta tiga pasar utama.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan mengingat dari total 472 ton sampah harian di Batang, baru sekitar 21,89 persen yang tertangani.(sun)

