Kirab Budaya Sadranan Kalibanteng Kulon
Warga antusias mengikuti Kirab Budaya Sadranan Kelurahan Kalibanteng Kulon, Minggu (20/7).(BahteraJateng)
|

Ribuan Warga Meriahkan Kirab Budaya Sadranan RW 4 Kalibanteng Kulon

SEMARANG[BahteraJateng] – Kirab Budaya Sadranan yang digelar di RW 4 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat pada Minggu pagi (20/7), berlangsung meriah.

Ribuan warga dari enam RW sangat antusias turut ambil bagian dalam tradisi tahunan ini, termasuk rebutan gunungan, kirab budaya, hingga pengajian akbar pada malam sebelumnya.


Camat Semarang Barat, Elly Asmara, bahkan ikut berebut gunungan bersama warga.

“Sebenarnya saya dari awal sudah ‘ngelirik’ [gunungan], cuma saya tanya ke Pak Lurah ada jadwalnya? Ya sudah ternyata tak tertahankan,” ucap Elly sambil tersenyum.



Ia mengatakan, antusiasme masyarakat membuktikan kuatnya semangat pelestarian budaya di Kalibanteng Kulon. Sadranan di wilayah ini menjadi unik karena digelar pada bulan Suro, bukan bulan Ruwah seperti umumnya.

“Ini tradisi khas yang tetap dijaga masyarakat Kalibanteng Kulon,” ujarnya.

Wali Kota Semarang, Agustina, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan Kirab Budaya Sadranan di Kelurahan Kalibanteng Kulon.

Ia menyatakan Pemkot Semarang mendukung kegiatan budaya melalui alokasi anggaran non-fisik, termasuk lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

“Kami terus memperhatikan dan mendampingi kegiatan seperti ini, karena ini bagian dari pelestarian budaya daerah,” kata Agustina dalam keterangan tertulisnya yang dibacakan Elly.

Camat Elly Asmara menambahkan bahwa Kecamatan Semarang Barat bertanggung jawab untuk membina dan melestarikan kegiatan serupa.

Kirab Budaya Sadranan Kalibanteng Kulon
Warga berebut gunungan dalam Kirab Budaya Sadranan RW 4 Kalibanteng Kulon, Minggu (20/7).(BahteraJateng)

Pemerintah turut mendukung lewat bantuan konsumsi, sarana prasarana, hingga fasilitas dari berbagai pihak seperti PDAM dan Tapem.

Ia juga menyinggung pentingnya Kirab Sadranan sebagai bagian dari upaya membangun citra positif kawasan Argorejo yang dikenal sebagai lokasi makam Sunan Kuning.

“Ini bagian dari misi membangun wilayah. Sunan Kuning (Soen An Ing) adalah tokoh penyebar Islam. Kami ingin menjadikan wilayah ini sebagai tujuan wisata religi yang positif,” jelas Elly.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua LPMK Kalibanteng Kulon, Herry Suryadi Timur, menyebut Kirab Budaya Sadranan tahun ini merupakan yang kedua setelah tahun kemarin digelar kembali. Sebelumnya sempat vakum selama lebih dari satu dekade.

“Dulu pernah ada, tapi baru kami mulai kembali tahun 2024. Alhamdulillah antusiasme luar biasa,” ucap Herry.

Ia mengatakan kirab tahun ini didukung oleh berbagai pihak, mulai dari Pemkot Semarang, Kecamatan, Kelurahan, hingga CSR perusahaan sekitar, termasuk PDAM dan Yayasan Al-Azhar.

Dalam kirab budaya tahun ini juga disalurkan bantuan sosial berupa santunan anak yatim untuk 71 anak dan 210 paket sembako, dengan nilai Rp7,1 juta dari dana CSR.

Sebelum kirab, panitia juga menggelar bersih-bersih tiga makam leluhur yakni Banteng Wareng, Ngepoh, dan Soen An Ing. Herry berharap tahun depan kegiatan ini bisa lebih meriah.

“Kami ingin nguri-uri tradisi leluhur dan menciptakan citra positif wilayah Argorejo, termasuk mengangkat potensi wisata religi makam Sunan Kuning,” tegasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *