Sleman Bersiap Jadi Kota Film, Komisi Film Daerah Segera Dibentuk
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Pemerintah Kabupaten Sleman tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mewujudkan Sleman sebagai Kota Perfilman. Salah satu agenda yang diprioritaskan yakni membentuk Komisi Film Daerah yang nantinya menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri kreatif.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, rencana tersebut sejalan dengan capaian Sleman yang berhasil masuk lima besar kabupaten/kota terbaik secara nasional dalam bidang perencanaan. Di tingkat DIY, Sleman bahkan berada di posisi pertama.

Menurut Harda, capaian tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus melahirkan berbagai inovasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki Sleman.
“Beberapa waktu lalu Sleman mendapatkan penghargaan kreativitas dan inovasi. Di tingkat nasional kita masuk lima besar untuk kategori kabupaten/kota, sedangkan di DIY berada di peringkat pertama,” kata Harda pada Jumat (22/8).

Gagasan pengembangan Sleman sebagai kota film juga muncul setelah Harda berdiskusi dengan Menteri Ekonomi Kreatif. Saat itu, ia diminta mengidentifikasi potensi daerah yang dapat dikembangkan menjadi sektor unggulan.
Harda kemudian mengusulkan Studio Alam Gamplong sebagai salah satu pusat pengembangan industri perfilman. Kawasan tersebut selama ini telah dikenal sebagai lokasi produksi sejumlah film nasional sehingga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan perfilman dengan konsep mini Hollywood.
Selain memiliki lokasi yang mendukung, Sleman juga dinilai mempunyai sumber daya manusia yang dapat menopang pertumbuhan industri film. Melalui program Beasiswa Sleman Pintar, sejumlah mahasiswa mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di bidang perfilman maupun industri kreatif, termasuk di Universitas Amikom Yogyakarta dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).
Harda menyebut saat ini terdapat sekitar 500 mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang yang berkaitan dengan perfilman. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah dan dapat memberikan dampak terhadap perkembangan industri kreatif di Sleman.
“Kita berharap sebanyak-banyaknya yang terlibat. Kalau dari sekitar 500 mahasiswa ini nantinya berkembang, mereka akan mengajak rekan-rekan lain untuk bekerja sama sehingga menimbulkan multiplier effect. Harapannya, jumlah pelaku industri kreatif bisa berkembang menjadi ribuan orang,” jelasnya.
Menurut Harda, penguatan sektor perfilman juga dapat menjadi salah satu upaya membuka lapangan pekerjaan baru. Terlebih, kesempatan masyarakat untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) terbatas sehingga diperlukan alternatif pekerjaan melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif.
“Kita memiliki keterbatasan dalam membuka formasi ASN. Karena itu, ekosistem perfilman ini diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor pemerintahan,” ujarnya.
Ia optimistis Sleman memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kota perfilman di Indonesia. Berbagai modal pendukung, mulai dari lokasi, sumber daya manusia hingga lingkungan pendidikan, menurutnya telah tersedia dan hanya membutuhkan pengelolaan yang lebih serius.
“Sleman sangat memungkinkan menjadi kota film. Semua potensi sudah ada, tinggal bagaimana kita menggarapnya dengan serius agar menjadi salah satu sektor unggulan daerah,” katanya.
Sebagai tahap awal, Pemkab Sleman menargetkan pembentukan Komisi Film Daerah dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Bahkan, forum tersebut ditargetkan sudah terbentuk pada Agustus 2026.
Komisi Film Daerah nantinya diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan pengembangan industri perfilman. Forum tersebut juga akan menjadi wadah komunikasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri film agar berbagai program yang dijalankan dapat lebih terarah.
“Komisi Film Daerah akan menjadi acuan dalam pengembangan Kota Film di Sleman. Forum ini juga menjadi tempat berdiskusi bersama para pelaku perfilman sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan terarah,” pungkas Harda.(day)

