Tanggul Sungai Cabean Jebol
Tanggul Sungai Cabean di Dukuh Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, jebol sepanjang kurang lebih 25 meter, dengan lebar 5 meter dan kedalaman sekitar 6 meter, Senin (16/2) sekitar pukul 05.00 WIB.(Dok. Humas Polres)
|

Tanggul Sungai Cabean Jebol, Banjir Rendam Karangawen dan Guntur

DEMAK[BahteraJateng] – Tanggul Sungai Cabean di Dukuh Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, jebol pada Senin (16/2) sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa tersebut memicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Karangawen dan Guntur.

Tanggul dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 25 meter, dengan lebar 5 meter dan kedalaman sekitar 6 meter. Tingginya intensitas hujan menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap dan merusak tanggul.


Kapolres Demak, Arrizal Samelino Gandasaputra, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait langsung turun ke lapangan untuk melakukan monitoring dan evakuasi warga terdampak.

“Hari ini kami melaksanakan patroli untuk mengecek situasi terkini di Kecamatan Guntur dan Karangawen. Tanggul Sungai Cabean di Karangawen mengalami jebol dan berdampak pada permukiman warga di Kecamatan Guntur,” katanya.


Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara terpadu bersama BPBD Kabupaten Demak, Dinas Sosial Kabupaten Demak, pemerintah desa, dan relawan.

Akibat jebolnya tanggul, banjir merendam Dukuh Bilo, Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen, serta Dukuh Gatak dan Weru, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur. Selain permukiman warga, sekitar 250 hektare lahan persawahan turut terdampak dengan ketinggian air antara 20 hingga 70 sentimeter.

Untuk penanganan bencana, Polres Demak menerjunkan 150 personel dari pasukan Bhayangkara siaga bencana dan jajaran Polsek.

“Kami menerjunkan 150 personel untuk membantu evakuasi, pengamanan, serta memastikan distribusi bantuan berjalan lancar,” kata AKBP Samel.

Selain di Karangawen dan Guntur, hujan deras juga menyebabkan Sungai Dombo di Kecamatan Sayung meluap hingga merendam permukiman warga dan Pasar Sayung.

Banjir turut terjadi di Kecamatan Mranggen, tepatnya di Desa Banyumeneng dan Desa Kebonbatur, yang mengakibatkan sejumlah ruas jalan serta rumah warga tergenang.

Hingga kini, sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing maupun mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak banjir. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana banjir ini. Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta menjaga keselamatan diri dan keluarga, termasuk mengamankan barang-barang berharga.

“Patroli di permukiman terdampak juga ditingkatkan untuk mengantisipasi tindak pencurian dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *