Sosialisasi program Humanity for Healthier Lifestyle PMI Kota Semarang, Senin (26/5).(Foto Ist)
Sosialisasi program Humanity for Healthier Lifestyle PMI Kota Semarang, Senin (26/5).(Foto Ist)
|

Tekan Kekerasan di Kalangan Pelajar, PMI Kota Semarang Libatkan Duta Kemanusiaan

SEMARANG[BahteraJateng] – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Dr. Awal Prasetya, menegaskan komitmennya dalam menyemai nilai-nilai kemanusiaan di tengah maraknya aksi kekerasan di kalangan pelajar.

Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah memaksimalkan peran Duta Kemanusiaan dan Palang Merah Remaja (PMR) dalam menyebarkan pesan damai.


Menurut Awal, meskipun fokus utama PMI adalah penanganan bencana dan pelayanan kesehatan, duta PMI dapat berkontribusi dalam menekan angka kekerasan terhadap anak, kenakalan remaja, dan fenomena geng motor.

Mereka dibekali kemampuan edukasi dan sosialisasi untuk menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan, anti-kekerasan, serta pentingnya menjauhi perilaku menyimpang.


“PMR, khususnya yang menjadi duta kemanusiaan, bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun komunitas,” ujarnya, Senin (26/5). Ia menambahkan, pesan damai juga disampaikan melalui media sosial agar lebih menjangkau generasi muda.

Selain edukasi, PMI juga rutin memberikan pelatihan seperti pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini tidak hanya membekali keterampilan teknis, tapi juga membentuk karakter positif anak dan remaja.

Keterlibatan pelajar dalam kegiatan PMR dinilai mampu mengisi waktu dengan kegiatan produktif sekaligus menjauhkan mereka dari lingkungan negatif.

Awal menekankan pentingnya pendekatan sebaya (peer education) dalam menyampaikan pesan-pesan moral di kalangan remaja.

“Remaja cenderung lebih terbuka kepada teman sebayanya. Karena itu, pendekatan ini dinilai lebih efektif,” jelasnya.

Lebih lanjut, PMI Kota Semarang juga menjalankan program “Humanity for Healthier Lifestyle” yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak muda, untuk menerapkan pola hidup sehat.

Program ini mencakup edukasi seputar gizi, olahraga, istirahat cukup, interaksi sosial yang sehat, serta pengurangan perilaku merokok dan penggunaan plastik.

PMI berencana mendesentralisasikan program ini ke tingkat kecamatan agar dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Awal menegaskan, upaya menekan kekerasan dan kenakalan remaja membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar lebih efektif dan berkelanjutan.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *