Iduladha 1447 H di Desa Batur Banjarnegara
Desa Batur Kabupaten Banjarnegara sembelih 176 Sapi dan 714 Kambing pada Iduladha 1447 H.(Dok. Panitia Kurban)
|

Termasuk Kabupaten Termiskin di Jateng, Desa Batur Banjarnegara Sembelih 176 Sapi dan 714 Kambing pada Iduladha 1447 H

BANJARNEGARA [BahteraJateng] – Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, mencatat fenomena unik pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Di tengah status Banjarnegara sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi di Jawa Tengah, warga Desa Batur justru menyembelih 176 ekor sapi dan 714 ekor kambing atau domba sebagai hewan kurban.

Jumlah tersebut menjadikan Desa Batur sebagai kontributor terbesar pelaksanaan kurban di tingkat kecamatan. Berdasarkan rekapitulasi panitia, ratusan hewan kurban itu disembelih secara serentak pada Rabu (27/5/2026) dan menghasilkan estimasi sekitar 45 ton daging yang didistribusikan kepada masyarakat.

Camat Batur, Agung Hermawan, mengapresiasi tingginya partisipasi warga dalam ibadah kurban tahun ini. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kuatnya nilai keagamaan dan kepedulian sosial masyarakat setempat.

“Tingginya tingkat ketakwaan masyarakat Batur menjadi fondasi kuat bagi kehidupan sosial yang kondusif,” ujarnya.

Kepala Desa Batur, Fauzi, menjelaskan seluruh pelaksanaan kurban merupakan hasil swadaya masyarakat tanpa bergantung pada bantuan pihak luar.

“Tradisi berkurban di desa yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng itu juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” katanya.

Sebaran hewan kurban tersebar di sejumlah dusun, dengan Dusun Krajan menjadi penyumbang terbesar melalui 53 ekor sapi dan 346 ekor kambing. Daging kurban kemudian dibagikan secara merata kepada warga melalui ribuan paket yang disiapkan panitia.

Salah satu kisah yang menyita perhatian datang dari empat siswa kelas V SD di Desa Batur yang berhasil membeli seekor kambing kurban dari hasil menabung uang saku selama setahun.

“Kisah tersebut merupakan bukti tumbuhnya semangat berbagi dan berkurban di kalangan generasi muda,” tutur Fauzi.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai syariat dan aman dikonsumsi, proses penyembelihan melibatkan sekitar 200 Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat. Pemerintah Kecamatan Batur bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) juga melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban selama proses berlangsung.

Fenomena yang oleh warga setempat disebut sebagai “banjir daging” ini menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Desa Batur.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, warga mampu menunjukkan kepedulian sosial melalui pelaksanaan kurban dalam jumlah besar yang manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *