Wagub Jateng Tinjau Tanah Bergerak di Brebes
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jumat (27/3).(Dok. Humas Pemprov)
|

Tinjau Tanah Bergerak di Brebes, Wagub Jateng Dorong Percepatan Huntara

BREBES[BahteraJateng] — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes pada Jumat (27/3).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Jateng menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Menurutnya, proses pembangunan huntara saat ini masih dalam tahap pengadaan karena lahan yang akan digunakan merupakan milik Perhutani. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dalam penentuan lokasi agar tidak menimbulkan dampak lingkungan.

“Kami akan sangat berhati-hati, sehingga lokasinya nanti akan disurvei dan dipastikan aman serta tidak membahayakan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, warga terdampak berharap pembangunan huntara dapat segera direalisasikan. Asro, salah satu warga, mengaku sudah cukup lama tinggal di pengungsian.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah membantu, termasuk Pondok Pesantren Bahrul Quran yang menyediakan tempat sementara bagi warga.

“Kami berharap pembangunan huntara bisa dipercepat,” katanya.Wagub Jateng Tinjau Tanah Bergerak di Brebes

Hal senada disampaikan warga lainnya, Masripah, yang mengaku rumahnya sudah tidak bisa ditempati. Ia berharap segera mendapatkan hunian yang lebih layak.

Masripah juga mengungkapkan kesedihannya karena pada Lebaran tahun ini tidak dapat berkumpul dengan anak-anaknya yang merantau, lantaran tidak memiliki rumah untuk dituju.

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap warganya.

“Harapan kami, pembangunan huntara bisa segera dipercepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 143 unit huntara dibutuhkan untuk menampung 176 kepala keluarga atau 533 jiwa terdampak. Rencananya, huntara akan dibangun di lahan milik Perhutani di petak 34 G, tepatnya di Dusun Susunda.

Selain itu, warga juga mengusulkan agar pembangunan huntara memanfaatkan material bekas rumah mereka yang terdampak bencana.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *