Tim dosen lintas disiplin Unwahas
Tim dosen lintas disiplin Unwahas melaksanakan kegiatan PKM di PHI, Dukuh Kinanti Selatan, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Kamis (4/9).(Foto Ist)

Unwahas Latih Pembuatan Eco-Enzyme dari Limbah Herbal

KEBUMEN[BahteraJateng] – Tim dosen lintas disiplin Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Pojok Herbal Indonesia (PHI), Dukuh Kinanti Selatan, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen pada Kamis (4/9) lalu.

Program ini mengusung tema “Penerapan Solar Dryer Bersirkulasi dan Manajemen Inovasi di Pojok Herbal Indonesia sebagai Strategi Pencapaian Ekonomi Hijau.”

Kegiatan tersebut berfokus pada dua aspek utama, yakni penerapan teknologi pengeringan berbasis energi matahari (solar dryer) dan pelatihan pembuatan eco-enzyme dari ampas limbah herbal.

Langkah ini menjadi upaya konkret dalam mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan sekaligus memperkuat konsep ekonomi hijau di tingkat komunitas.

Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi dari campuran limbah organik, molase, dan air yang difermentasi sekitar tiga bulan.

Pada pelatihan ini, ampas herbal dari produksi simplisia digunakan sebagai bahan utama. Selain mengurangi volume limbah, produk eco-enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, pengusir hama, hingga agen biokonversi dalam pertanian organik.

Tim dosen Unwahas yang terlibat dalam program ini antara lain Siti Nurchasanah (Fakultas Kedokteran), Dewi Andini Kunti Mulangsri (Fakultas Farmasi), Tabah Priangkoso (Fakultas Teknik), Indah Hartati (Fakultas Teknik), serta Agung Nugroho (Fakultas Teknik).

Pojok Herbal Indonesia (PHI), mitra dalam kegiatan ini, merupakan industri rumahan yang didirikan Rezky Mustofa pada 2022. PHI memproduksi simplisia kering dan jamu serbuk murni dengan merek Djampi Oesodo Kinanti. Saat ini, usaha tersebut telah mengantongi izin P-IRT dan melibatkan empat tenaga kerja lokal.

Melalui integrasi teknologi solar dryer dan pengolahan limbah menjadi eco-enzyme, Unwahas berharap program ini dapat menjadi model penerapan prinsip ekonomi hijau yang bisa direplikasi di berbagai daerah.

Inisiatif tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi dan keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *