AKBP Wawan Andi Susanto Buka Turnamen Pencak Silat Kapolres Cup
BLORA[BahteraJateng] – Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, secara resmi membuka Turnamen Pencak Silat Kapolres Cup yang diselenggarakan di Auditorium Iwan Ibrahim Polres Blora, Jumat (21/2).
Kejuaraan ini bertujuan untuk mencari bibit unggul dari berbagai perguruan silat yang berpotensi mewakili Kabupaten Blora di tingkat daerah maupun nasional.

Turnamen ini diadakan sebagai wadah bagi para pemuda yang memiliki minat dalam seni bela diri untuk mengekspresikan kemampuan mereka melalui pertandingan silat. Sebanyak 102 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Blora turut ambil bagian dalam kompetisi ini.
Kejuaraan ini mempertandingkan tiga kategori seni untuk putra dan putri serta 16 kategori tanding. Antusiasme masyarakat terhadap acara ini terlihat dari banyaknya peserta dan penonton yang hadir untuk menyaksikan pertandingan.

Polres Blora bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blora dalam penyelenggaraan kejuaraan ini. Dukungan penuh juga diberikan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan KONI Blora, yang turut menerjunkan official guna memastikan kelancaran jalannya turnamen.
Dalam sambutannya, Kapolres Blora menegaskan bahwa kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi ajang positif bagi para pesilat sekaligus meminimalisir potensi konflik antarperguruan di wilayah Blora.
“Selain itu, turnamen ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang dapat berkompetisi di tingkat provinsi maupun nasional,” tuturnya.
Jika event ini berlangsung sukses, tidak menutup kemungkinan akan diadakan setiap tahun. Untuk memastikan keamanan selama kejuaraan berlangsung, Polres Blora telah mengatur sistem pengamanan yang diterapkan selama dua hari berturut-turut, baik saat pertandingan berlangsung maupun setelah pertandingan usai.
Kapolres Blora juga mengingatkan kepada seluruh atlet, pelatih, dan suporter untuk menjunjung tinggi sportivitas.
“Jangan berlebihan dalam merayakan kemenangan dan tetap bersikap sportif saat mengalami kekalahan, demi menjaga nilai-nilai persaudaraan dalam dunia pencak silat,” tegasnya.(sun)

