Pengunjug saat mengikuti tur museum di Margo Rejo Roastery dan Rumah Kopi di Kota Semarang, Sabtu (1/3).
|

Sedapnya Kopi dan Kenangan Manis di Margoredjo

SEMARANG [BahteraJateng]- Menyesap kopi sedap kopi dan kisah penyangraian kopi tertua di Margoredjo di Jalan Wotgandul Barat No 14 Kota Semarang

Lalu lintas ramai dan kebisingan orang lalu lalang seolah teredam saat membuka pintu kecil memasuki rumah bergaya Art Deco. Teras rumah luas dengan tanaman rimbun dan pohon tua memberikan kenyamanan berteduh di Kota Semarang nan terik di siang hari. Layaknya menyesap kopi di halaman rumah sendiri sekaligus menjamu tamu dan berinteraksi hangat seperti  tagline digaungkan Koffie Jang Amat Sedep.

Suasana santai semakin kental dengan iringan aroma seduhan kopi dari sebuah ruangan. Terlebih saat barista menuangkan air panas secara perlahan di atas bubuk kopi.

Saat di tempat ini sempatkan ke belakang rumah dibangun 1927 tersebut. Tur museum akan berlangsung setiap satu jam sekali dipandu oleh barista.

Aroma usang dan besi tua menarik ke masa lalu saat masa-masa kejayaan tahun 1920-an. Mesin-mesin raksasa buatan Belanda bertuliskan Eureka mampu menyangrai kopi 60 kg dan 120 kg.

Ada pula dua mesin penyangrai kopi produksi Jerman dengan kapasitas produksi sekitar 30 kg.

Seluruh mesin masih tersimpan rapi di ruangan bekas pabrik di area rumah tersebut bagian belakang.

“Mesin-mesin penyangrai masih dirawat karena bagian dari sejarah perjalanan industri kopi Margo Redjo,” ujar Barista Margo Redjo, Ahmad Agung, Sabtu (1/3).

Kini, usaha ini terus berdenyut dengan kapasitas menyangrai jauh menurun. Aktivitas penyangraian dilakukan melalui mesin Hanneman berbentuk roda buatan Belanda. Mesin penyangrai sederhana dikayuh manual dan telah digunakan sejak tahun 1915.

“Maraknya kopi sachet tahun 1990-an membuat produksi menurun,” kata dia.

Aktivitas menyangrai dan melayani pembeli biji kopi terus berjalan hingga trend minum kopi sebagai gaya hidup booming. Jejak kejayaan masa lalu kembali digali dengan konsep roastery dan rumah kopi. Pengunjung bisa mencium biji kopi, penyangraian hingga menjadi secangkir kopi di meja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *