Rektor Unwahas Prof Mudzakkir Ali, menyerahkan cinderamata kepada perwakilan universitas dari China, Rabu (16/4).(Foto Ist)

Unwahas Teken MoU Pendidikan Internasional, Perkuat Kerja Sama dengan China

SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melalui Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) menyelenggarakan agenda Penandatanganan MoU dan Education Pathways in China pada Rabu (16/4).

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Belt and Road Chinese Center (BRCC), LPTNU Jawa Tengah, dan APTISI Jawa Tengah.


Kegiatan yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran Unwahas ini dihadiri oleh 9 perguruan tinggi dari China secara hybrid, dan telah menjalin kerja sama dengan 17 perguruan tinggi di Indonesia.

Rektor Unwahas, Prof Mudzakkir Ali, menyampaikan bahwa 11 perguruan tinggi tengah menjajaki tindak lanjut kerja sama, dengan target kolaborasi hingga 39 perguruan tinggi dari China.


“Kerja sama ini membuka peluang pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, pengembangan kurikulum, serta program pendidikan lanjutan di China,” tutur Prof. Mudzakkir.

Ia berharap inisiatif ini dapat melahirkan kolaborasi jangka panjang yang inovatif dan saling menguntungkan.

CEO BRCC Global, Prof. Maruf Mollah, turut hadir dan menegaskan bahwa kerja sama ini mempererat hubungan bilateral di bidang pendidikan antara Indonesia dan China.

“Dengan keterlibatan aktif dalam jaringan global, perguruan tinggi Indonesia dapat turut membentuk masa depan pendidikan dunia yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Veby Millian Kesuma, selaku Direktur BRCC Indonesia, menyebut bahwa kerja sama internasional merupakan kebutuhan strategis dalam menghadapi tantangan global.

“Pentingnya peningkatan daya saing lulusan melalui jaringan akademik global dengan negara mitra strategis seperti China,” ujarnya.

Diskusi panel yang dipandu General Manager BRCC, Mario Agustian Lasut, menyoroti peran BRCC sebagai pusat pembelajaran bahasa dan budaya China, serta jembatan pendidikan dan karier bagi masyarakat internasional.

Ketua LPTNU Jawa Tengah, Prof. Ahmad Arif Junaidi, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan pentingnya internasionalisasi pendidikan tinggi NU dan PTS Indonesia melalui program-program seperti pertukaran mahasiswa, joint curriculum, hingga dual degree.

“Kolaborasi ini bukan hanya seremonial, tetapi bentuk nyata komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdaya saing global,” tandasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *