SIG Berinovasi dengan Kemasan Berkelanjutan
JAKARTA [BahteraJateng]- Penyedia solusi kemasan dari Swiss, SIG, berambisi menciptakan sistem pengemasan makanan regeneratif dan lebih baik untuk pelanggan, konsumen dan dunia.
President and General Manager Asia Pacific at SIG, Angela Lu mengatakan, selama puluhan tahun telah memimpin industri kemasan makanan dan minuman melalui terobosan inovasi berkelanjutan.

“Ilmu material telah menjadi kunci kami dalam menciptakan inovasi kemasan beda dan berkelanjutan,” kata dia, Jumat (6/6).
Pihaknya mengembangkan bahan-bahan terbaru dapat meningkatkan kemampuan daur ulang, mengurangi jejak karbon, dan memaksimalkan pembaharuan. Di Indonesia, SIG terus menjadi perusahaan pengemasan terkemuka selama 23 tahun. Sepanjang 23 tahun tersebut, Indonesia telah menjadi salah satu pasar dengan perkembangan paling pesat, berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan SIG di wilayah Asia Tenggara.

Ke depan, kata dia, SIG akan melanjutkan perjalanannya dalam menciptakan pengemasan lebih baik. Solusi kemasan
menghilangkan lebih banyak karbon dari atmosfer daripada dikeluarkan selama seluruh siklus hidup kemasan. Lalu, terbuat dari bahan selalu dapat diperbaharui atau didaur ulang. Kemudian, memberikan gizi aman dan sehat bagi semua orang.
“Sepenuhnya mudah didaur ulang, di mana pun di dunia,” ungkap dia.
SIG mengawali perjalanannya di Indonesia pada tahun 2002 sebagai kantor penjualan. Saat itu bekerja sama dengan beberapa pelanggan awal seperti Frisian Flag Indonesia, Ultrajaya dan Sambu Group (Santan KARA).
Head of Commercial SEA, Japan & South Korea (interim), SIG Indonesia, Noer Wellington mengatakan, selama 23 tahun, SIG Indonesia telah memulai perjalanan inovasi berkelanjutan. Selain itu, melayani para pelanggan dengan kemasan terbuat dari bahan-bahan terbarukan dan dapat didaur ulang.
“Kami berawal sebagai kantor penjualan dan kini telah berkembang menjadi perusahaan seperti sekarang, bekerja sama dengan para pelanggan dalam menghadirkan beragam inovasi kemasan di Indonesia,” kata dia.
Pada tahun 2004, SIG bekerja sama dengan Frisian Flag Indonesia dalam menghadirkan mesin pengisian pertama. Pada tahun 2006, SIG bersama Ultrajaya memasuki kategori teh ready-to-drink. Selanjutnya, kategori santan pada tahun 2007 bersama Sambu Group. SIG kemudian memasuki kategori produk didinginkan (chilled products) bersama PT Diamond Cold Storage pada tahun 2010. Solusi kemasan spouted pouch pada tahun 2016 bersama PT Heinz ABC.
Terbaru, pada tahun 2023, SIG memasuki kategori drinking yogurt bersama Cimory dan SIG juga menyediakan kemasan unik berukuran 750ml di pasar.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk bisa bekerja dengan pelanggan kami selama 23 tahun terakhir, tidak hanya dalam inovasi berkelanjutan, tapi juga dalam menjalankan kampanye keberlanjutan,” ujar Noer Wellington.

