Srawung Bupati merupakan program Bupati Jepara Witiarso Utomo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Foto Pemkab Jepara
| |

Pemkab Jepara Targetkan Luasan Budidaya Rumput Laut Tambah 20 Ha

JEPARA [BahteraJateng]- Pemerintah Kabupaten Jepara menargetkan menambah luasan area budidaya rumput laut di Pesisir Bondo sekitar 20 hektar. Saat ini upaya penambahan luasan area itu sedang dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.

“Kita juga tekankan pentingnya menjaga jalur lalu lintas nelayan agar tidak saling mengganggu agar semua bisa berkesinambungan,” ungkap Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat mengikuti panen raya rumput laut bersama Kelompok Budidaya Rumput Laut Jaya Samudera Desa Bondo Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Kamis (26/6).


Kegiataan dikemas Srawung Bupati mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir desa Bondo. Daerah ini bakal diproyeksikan menjadi Sentra Budidaya Rumput Laut. Kegiataan diawali dengan panen rumput laut jenis Cottonii di perairan pantai Bondo.

Tidak sekadar memanen, Bupati Jepara dan Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna juga ikut terlibat dalam proses pemasangan bibit rumput laut dan pengeringan hasil panen.

“Pemkab Jepara mendukung penuh upaya masyarakat pesisir dalam meningkatkan kesejahteraan. Apa yang dibutuhkan akan kita support agar penghasilannya bertambah dan lebih sejahtera,” kata Mas Wiwit, sapaan akrabnya.

Dia melanjutkan, kawasan lain berpotensi untuk budidaya rumput laut di Pesisir Mlonggo. Namun saat ini, luasan area di Mlonggo masih tergolong kecil. Kawasan lainnya saat ini sudah dikembangkan ada di Kepulauan Karimunjawa. Potensi lahan rumput laut di Karimunjawa mencapai 500 hektare.

“Dari luasan budidaya 20 hektar di pesisir Bondo, diperoleh hasil panen sebesar 175 ton rumput laut basah atau setara 17,5 ton kering dengan harga jual mencapai Rp15 Ribu per kilogram. Jika dihitung sekali panen, nilai ekonomi rumput laut di pesisir Bondo mencapai ratusan juta rupiah,” tambahnya.

Pihaknya juga mendorong budidaya rajungan sebagai potensi ekonomi baru. “Kita sedang belajar untuk membudidayakan rajungan supaya nanti bisa punya pusat rajungan di Jepara. Saat ini harga rajungan cukup stabil di kisaran Rp60 Ribu hingga Rp70 ribu,” terangnya.

Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna menilai, program Bupati adalah inovatif untuk Jepara mulus. “Kami wajib mendukung. Ini potensi ekonomi yang luar biasa dan harus kita kembangkan bersama secara kolaboratif,” tegasnya.

Ketua Budidaya Rumput Laut Jaya Samudera Bondo, Bambang menyampaikan, rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. Ia juga menyampaikan sejumlah tantangan masih dihadapi kelompoknya.

“Kami berharap bisa dibantu satu orang satu perahu jukung agar aktivitas kami lebih maksimal,” ujarnya.

Selain itu, kelompoknya juga membutuhkan dukungan dalam bentuk asuransi, perizinan kawasan hingga sektor pemasaran.

Dinas Perikanan Jepara menyalurkan berupa tiga unit mesin kapal. Masing-masing kepada KUB Tirto Mulyo Joyo Desa Karangaji Kedung, KUB Kampoeng Asem Desa Kedungmalang Kedung, KUB Sari Laut Desa Karangaji Kedung, KUB Laut Nusantara Desa Karangaji Kedung,

Kemudian bantuan dua unit mesin kapal diberikan masing-masing KUB Baruna Lestari Desa Demaan Jepara, KUB Mina Maju Sejati Desa Karangaji Kedung, KUB Duta Samudra Desa Karangaji Kedung.

Sementara Baznas Jepara menyalurkan santunan kepada sejumlah keluarga nelayan mengalami kecelakaan kerja. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *