Kelompok Peternak Kambing "Mendho Joyo" Desa Jiken
Yatmo, Ketua Kelompok Peternak Kambing "Mendho Joyo" Desa Jiken, Kabupaten Blora.(BahteraJateng)
|

Inovasi Pakan Ternak Kambing, Hemat Biaya Pakan dan Tenaga

BLORA[BahteraJateng] – Mencari dan memberi pakan pada kambing sebenarnya tidaklah rumit, asal tahu kunci kebutuhan nutrisinya. Hal tersebut disampaikan Yatmo Ketua Kelompok Peternak Kambing “Mendho Joyo” Desa Jiken, Kabupaten Blora pada hari Rabu (20/8) dirumahnya.

Inovasi pakan ternak kambing yang dilakukannya, berhasil menghemat biaya dan tenaga hampir lima puluh persen disetiap harinya.


“Inovasi pakan tetap harus mempertimbangkan nilai kebutuhan nutrisi hewan ternak ruminansia, dalam hal ini jenis kambing, yang saya lakukan dengan fermentasi bonggol jagung,” kata Yatmo kepada BahteraJateng.

“Dan untuk mengetahui nilai kebutuhan nutrisi ternak, saya mendapatkan dari berbagai literatur, lalu saya hitung, dan saya terapkan pada hewan ternak saya, mas,” lanjutnya.

Dalam proses fermentasi tiga minggu, dirinya membutuhkan bonggol jagung sebesar 50 sampai dengan 60 kilogram untuk satu drum plastik kapasitas 200 liter.

“Agar bonggol jagung saat masuk chooper (mesin pencacah) tidak keras dan berisik, bonggol jagung yang bentuknya masih utuh, dimasukkan drum plastik sambil disiram air yang sudah diberi Em4 dan molase (tetes tebu) terlebih dahulu, dan ditutup rapat selama tiga minggu. Tujuannya, bonggol jagung menjadi lebih lunak karena proses fermentasi,” ujar Yatmo.

Lebih lanjut Yatmo menjelaskan, bahwa untuk kebutuhan protein hewan ternak, perlu adanya penambahan dari sumber yang lain.

“Untuk kebutuhan protein hewan ternak, perlu ditambahkan polar mas. Karena bonggol jagung saja, walaupun masih ada jagungnya sedikit-sedikit, masih kurang, penambahannya pun cukup 25 kg untuk satu drum fermentasi bonggol jagung,” jelasnya.

Dalam satu hari, Yatmo memberi makan ternaknya yang berjumlah puluhan ekor tersebut hanya dua kali.

“Memberinya pakan, pagi antara jam tujuh sampai dengan jam delapan, cukup dengan pakan fermentasi bonggol jagung, dan jam lima sore pakan hijauan. Dan itu sudah cukup bagi tumbuh kembangnya hewan ternak,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *