Prof. Ward Berenschot Bagikan Kunci Publikasi Jurnal Bereputasi di FISIP UNDIP
SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus memperkuat langkah menuju World Class University (WCU) dengan menghadirkan akademisi internasional dalam Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah Internasional.
Kegiatan ini digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada Rabu (20/8), menghadirkan Prof. Ward Berenschot, pakar Antropologi Politik Komparatif dari University of Amsterdam, Belanda.

Workshop yang berlangsung di Ruang Sidang Senat tersebut menjadi ajang bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk memperdalam keterampilan menulis artikel ilmiah bereputasi global.
Peserta mempresentasikan draf manuskrip dengan topik beragam, mulai isu gender, BRICS, demokrasi elektoral, politik luar negeri Indonesia, hingga komunikasi politik di era digital.
Dekan FISIP UNDIP, Dr. Teguh Yuwono, menilai kegiatan ini sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas akademik.
“Semoga kegiatan ini melahirkan publikasi yang mampu menempatkan UNDIP di panggung global,” ujarnya.
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Wijayanto, menekankan pentingnya budaya menulis di kalangan akademisi.
“Setiap orang memiliki cerita akademik. Dengan menulis, cerita itu terdokumentasi sekaligus berkontribusi dalam percakapan ilmiah global,” ucapnya.
Pada sesi utama, Prof. Ward Berenschot memberikan ulasan atas artikel peserta. Ia menekankan empat aspek kunci agar karya bisa diterima di jurnal bereputasi: kesiapan riset, ketersediaan anggaran, keunikan tema, dan kegigihan akademisi menghadapi penolakan.
“Jangan menyerah ketika artikel ditolak, itu bagian dari perjalanan akademik menuju kualitas internasional,” tegasnya.
Prof. Berenschot juga membagikan strategi menulis yang lebih kuat. Pertama, memperluas cakupan topik dengan studi kasus lebih dari satu agar menarik bagi editor.
Kedua, mengombinasikan metode riset, misalnya wawancara dipadukan dengan etnografi, sehingga data lebih kaya. Ketiga, memperkuat framing dengan membandingkan kasus Indonesia dengan konteks internasional.
Melalui workshop ini, UNDIP menunjukkan komitmennya tidak hanya mendorong riset berkualitas, tetapi juga menyiapkan akademisi muda menembus publikasi internasional. Upaya ini sejalan dengan visi UNDIP menjadi universitas riset bereputasi global.

