Sumanto
Ketua DPRD Jateng, Sumanto, memimpin rapat pimpinan dengan melibatkan seluruh jajaran pimpinan fraksi dan komisi, Kamis (4/9).(Foto Ist)
|

DPRD Jateng Evaluasi Tunjangan Perumahan, Hapus Kunjungan Luar Negeri

SEMARANG[BahteraJateng] – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sekaligus menyesuaikan kebijakan yang menyangkut fasilitas anggota dewan. Salah satunya adalah evaluasi terhadap tunjangan perumahan dan penghapusan kegiatan kunjungan ke luar negeri.

Ketua DPRD Jateng, Sumanto, menegaskan pihaknya mendukung penuh arahan Presiden RI Prabowo Subianto serta aspirasi dari elemen mahasiswa yang meminta peningkatan akuntabilitas lembaga legislatif.


“DPRD siap bersinergi dengan rakyat dalam mendorong upaya perbaikan dan perwujudan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujarnya pada Kamis (4/9).

Rapat pimpinan DPRD Jateng yang digelar di Gedung Berlian melibatkan seluruh jajaran pimpinan fraksi dan komisi. Agenda utama meliputi pembahasan kinerja sekaligus pemantauan kondisi di setiap daerah pemilihan.


Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah mengevaluasi tunjangan perumahan yang selama ini diterima anggota dewan, serta menghentikan program kunjungan luar negeri.

Menurut Sumanto, tunjangan perumahan memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD.

Aturan itu diperkuat melalui Perda Provinsi Jawa Tengah No. 9 Tahun 2017 serta ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng No. 64 Tahun 2017.

DPRD Jateng
DPRD Jateng menggelar rapat pimpinan dengan melibatkan seluruh jajaran
pimpinan fraksi dan komisi, Kamis (4/9).(Dok DPRD Jateng)

Meski demikian, DPRD menilai perlunya evaluasi agar tunjangan tersebut benar-benar relevan dengan kondisi aktual dan sesuai prinsip efisiensi anggaran.

“Kami menyadari pentingnya menjaga kepercayaan publik. Setiap fasilitas yang diterima anggota dewan harus transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan kesan berlebihan,” terang Sumanto.

Selain itu, penghapusan kunjungan luar negeri menjadi langkah DPRD Jateng untuk menunjukkan komitmen efisiensi sekaligus menekan pengeluaran yang dinilai tidak prioritas.

Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk kegiatan tersebut diarahkan pada program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan langkah ini, DPRD Jateng berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menjawab kritik yang berkembang.

“Keterbukaan dan evaluasi kebijakan merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada rakyat Jawa Tengah,” pungkas Sumanto.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *