Generasi Muda Perlu Kenali Ciri-Ciri Ideologi Radikalisme dan Terorisme
SEMARANG[BahteraJateng] – Warga masyarakat khususnya kalangan generasi muda perlu dibekali dengan kemampuan mengenali orang yang terpapar atau sedang menyebarluaskan ideologi terorisme dengan menyalahgunakan isu-isu pemahaman agama di tengah – tengah masyarakat.
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof. Irfan Idris, mengatakan tidak ada ciri-ciri fisik yang menunjukkan bahwa seseorang telah terpapar ideologi terorisme atau radikalisme yang menyalahgunakan ajaran agama Islam untuk mempengaruhi masyarakat.

“Namun ada sejumlah ciri-ciri indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur penilaian awal apakah seseorang itu terindikasi terpapar atau sedang menyebarluaskan ideologi teror dan radikal dengan menyalahgunakan ajaran agama,” kata Prof Irfan dalam Sarasehan Rembuk Merah Putih bertema Mewujudkan Pemuda Cerdas Kritis dan Cinta Tanah Air yang diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah di aula Wisma Perdamaian Jawa Tengah pada Rabu (1/10)
Menurutnya, ciri – ciri non fisik itu bisa dilihat dari sikap penolakan terhadap Pancasila melalui narasi-narasi yang mempertentangkan Pancasila sebagai dasar negara dengan ajaran agama Islam dan sikap anti pemerintah dalam lingkungan NKRI dengan menarasikan bahwa sistim khilafah yang paling benar
Selain itu, lanjutnya, suka mengkafir-kafirkan (takfiri) kepada orang lain yang tidak sejalan dengan pikirannya, melakukan kekerasan untuk memaksakan kehendak dalam rangka mewujudkan ide-idenya dan sebagainya.
Dia menambahkan, karena itu dibutuhkan usaha keras agar anak- anak muda memiliki ketahanan dalam menghadapi pengaruh para ideologi yang makin variatif manuver-manuvernya, sehingga generasi muda tidak mudah terpapar ideologi teror dan radikal itu.
Terkait ciri fisik, ujarnya, selama ini tidak dikenal, karena itu masyarakat perlu diingatkan dalam melakukan identifikasi seperti orang dalam berpakaian mengunakan celana cingkrang,peci putih, gendong rangsel, berjenggot dan seterusnya. Memang kebanyakan orang-orang yang tertangkap karena melakukan teror mengenakan pakaian yang seperti itu
“Tapi harap diingat tidak semua orang yang mengenakan busana seperti itu dipastikan terpapar atau aktifis teroris, kami berharap kita semua berhati-hati dalam mengidentifikasi,” katanya.
Sebelumnya,anggota komisi XIII DPR RI, Raja Faisal Manganju Sitorus, saat menyampaikan pidato kunci dihadapan ratusan peserta sarasehan mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan akan lahir generasi muda yang cerdas,kritis dan cinta tanah air.
“Radikalisme bisa lahir karena distorsi informasi , pemelintiran informasi dan propaganda atas nama agama yang disalahgunakan. Kepada semuanya kami mengajak agar berkomitmen menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1946 dan Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.(day)

