Jaga Ketahanan Pangan, Ratusan Siswa SMKN 2 Dilatih Membuat Penganan Dari Tanaman Hidroponik
SUKOHARJO[BahteraJateng] – Ratusan siswa SMK 2 Sukoharjo dilatih membuat makanan yang berbahan dasar dari tanaman sayuran Hidroponik pakcoy dari asal tanaman siswa tersebut diolah menjadi cheese stick yang digemari siswa sebagai makanan ringan,Rabu (12/11).
Dalam kesempatan tersebut ,Retno Susanti Guru SMKN 2 Sukoharjo bidang pengembangan usaha pertanian Terpadu menjelaskan,Sebagai pelatihan usaha siswa di sini usaha pertanian terpadu menyiapkan media tanam bagi siswa dengan latihan merawat dan memanen hasil pertanian di sekolah.

“Dengan penyediaan media tanam dan intinya keperluan praktek hasil tanaman bisa di jual seperti membuat peralatan hidroponik ya juga bisa di tanam sampai panen,” ujarnya.
Seperti salah satu unit produksi disekolah mengolah tanaman herbal dan dibuat minuman jamu untuk di seduh seperti teh dan dan juga di buat wedang uwuh di kemas dalam bentuk teh.

Sedangan secara umum untuk membuat kesegaran tubuh karena rempah rempah bagus untuk kesehatan dan menambah wawasan dan ke ilmuwan dalam dunia bidang pertanian nantinya.
Selain itu juga membuat Chese stick membuat makanan ringan dari pakcoy dan yang di tanam secara hidroponik para siswa menanam sendiri dan hasilnya yang di buat sebagai bahan campuran adonan cheese stick pakcoy yang langsung dimanfaatkan oleh para siswa.
Sementara itu Pemateri tanaman Hidroponik Saryadi menjelaskan bahwa, para siswa ini dikenalkan dikenalkan cara menanam berbagai sayuran dengan sistem hidroponik ada beberapa sistem hidroponik yang perlu digunakan untuk melatih dan mengedukasi siswa dalam membudidayakan sayuran hidroponik salah satunya adalah pakcoy yang sangat mudah dan bisa diaplikasikan di sekolah maupun di rumah tempat tinggal siswa.
Para siswa bisa langsung praktek menanam sayuran pakcoy dan hasil tanaman tersebut bisa langsung dinikmati setelah 2 minggu tumbuh dan diolah menjadi makanan Cheese stick atau makanan ringan yang digemari siswa hal ini untuk melatih ketahanan pangan di tingkat lingkungan siswa dengan membuat listrik tersebut.
“Para siswa pun sangat antusias membuat makanan sistik secara berkelompok hal ini melatih para siswa untuk berdaya guna dan produktif dalam mengolah hasil pertanian,”katanya. (sun)

