Ahmad Luthfi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada pengukuhan Prof Dr Ir Adies Kadir sebagai Profesor Kehormatan dalam rapat senat terbuka Unissula Semarang, Sabtu (29/11).(Dok Humas Pemprov)

Ahmad Luthfi: Investor Malaysia dan Fujian Komitmen Investasi Rp 62,3 Triliun

SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil menarik minat investor asing dari Malaysia dan Fujian, China, dengan total komitmen investasi mencapai Rp 62,3 triliun.

Kepastian ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai menghadiri pengukuhan Prof Dr Ir Adies Kadir sebagai Profesor Kehormatan dalam rapat senat terbuka Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada Sabtu (29/11).


Menurut Gubernur, komitmen investasi tersebut telah dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) antara Pemprov Jawa Tengah dan para investor, dengan dukungan koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Totalnya ada Rp 62,3 triliun. Dari Malaysia sekitar Rp 6,9 triliun, dan dari Fujian, China, mencapai Rp 55,4 triliun,” ujarnya.


Investasi dari Provinsi Fujian mencakup pembangunan jalan, pabrik beton, industri material konstruksi, komponen kendaraan, infrastruktur perumahan, hingga industri energi terbarukan seperti panel surya. Selain itu, perusahaan barang pecah belah turut menyatakan ketertarikan berinvestasi di Jawa Tengah.

Luthfi menilai daya tarik Jawa Tengah terletak pada tenaga kerja yang kompetitif, iklim investasi yang kondusif, serta kemudahan perizinan.

“Semua akan kita kawal, termasuk penanaman modal asing,” tegasnya.

Selain bidang investasi, kerja sama pendidikan dengan Fujian juga menguat. Pemprov Jateng menjalin kesepakatan beasiswa dan magang SMK bidang teknologi informasi dengan perusahaan Ruijie Network.

Pertukaran pelajar antarprovinsi turut diperluas untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia terutama pada pendidikan vokasi.

Gubernur mengungkapkan bahwa Fujian berkomitmen membuka penerbangan langsung ke Semarang, meski realisasinya masih terkendala panjang runway Bandara Internasional Ahmad Yani. Pemprov telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Angkasa Pura untuk percepatan perpanjangan landasan.

Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Emas telah memiliki rute langsung ke Fujian dua kali sebulan. Namun revitalisasi pelabuhan tetap diperlukan dan telah diusulkan ke Kementerian Perhubungan.

“Rangkaian kerja sama tersebut akan memperkuat Jawa Tengah sebagai pusat investasi baru di kawasan regional,” pungkasnya. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *