M. Abdul Hakam.
Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam.(Dok. BahteraJateng/day)

Belum Ada Temuan Kasus Virus Nipah di Semarang, Warga Diimbau Tetap Waspada

SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah ibukota Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam. Ia tetap menghimbau agar masyarakat tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat tingkat kematian akibat virus tersebut tergolong tinggi.


“Alhamdulillah, belum ditemukan adanya kasus virus Nipah di Indonesia. Di Kota Semarang juga belum ditemukan,” ujarnya pada Selasa (3/2).

Ia menjelaskan, kewaspadaan terus diperkuat melalui koordinasi antara Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah.


Virus Nipah merupakan virus dari famili Paramyxoviridae dengan reservoir alami berupa kelelawar buah. Penularan dapat terjadi melalui perantara hewan lain, seperti babi atau ternak, sebelum akhirnya menginfeksi manusia.

Menurut Hakam, Virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada 1998 dan dilaporkan memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, berkisar antara 50 hingga 75 persen.

“Gejala infeksi bervariasi, mulai dari demam, nyeri otot, mual, hingga gangguan saraf berat berupa radang otak, kejang, penurunan kesadaran, bahkan koma.
Hingga kini belum tersedia vaksin maupun antivirus khusus,” jelasnya.

Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah utama dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari konsumsi buah yang berpotensi terkontaminasi, serta membatasi kontak dengan hewan berisiko.

Dinkes juga memastikan seluruh fasilitas kesehatan telah mendapat sosialisasi kewaspadaan dan tata laksana awal sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.

Hingga berita ini ditayangkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menyampaikan bahwa belum ada laporan kasus Virus Nipah di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *