Ilustrasi darurat sampah
Ilustrasi darurat sampah.(Meta AI)

Jepara Darurat Sampah! Sehari Tembus 479 Ton

JEPARA[BahteraJateng] – Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menghadapi kondisi darurat sampah yang kian mengkhawatirkan. Produksi sampah harian di Bumi Kartini diperkirakan mencapai 479 ton per hari, dengan mayoritas berasal dari limbah rumah tangga masyarakat.

Data tersebut menunjukkan tekanan serius terhadap sistem pengelolaan sampah daerah. Meski sebagian sampah telah diolah secara mandiri oleh masyarakat, sekitar 152 ton per hari masih berakhir di TPA Bandengan.


Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Eko Yudy Novianto, menjelaskan angka produksi sampah dihitung berdasarkan jumlah penduduk sekitar 1,29 juta jiwa dengan rata-rata produksi 0,37 kilogram per orang per hari.

“Sampah tidak semuanya masuk TPA. Ada yang dikelola mandiri oleh masyarakat, desa mandiri sampah, TPS3R, maupun bank sampah,” ujarnya pada Minggu (1/3).


Berdasarkan data DLH, Kecamatan Kalinyamatan menjadi wilayah dengan produksi sampah terbesar yang belum terolah, mencapai 535.380 kilogram. Disusul Kecamatan Jepara 130.100 kilogram, Welahan 115.880 kilogram, Mayong 98.191 kilogram, Tahunan 87.570 kilogram, Pecangaan 86.980 kilogram, Bangsri 36.520 kilogram, dan Kedung 22.910 kilogram.

Menghadapi lonjakan tersebut, Pemkab Jepara mendorong pemilahan sampah dari rumah tangga dan telah menyiapkan 14 unit TPS3R di berbagai wilayah. Program ini diklaim mampu mengolah lebih dari 28 ribu ton sampah per tahun menjadi kompos dan bahan daur ulang.

Pengamat sosial Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai persoalan sampah bukan sekadar volume, melainkan juga budaya dan konsistensi kebijakan.

Ia mengingatkan, tanpa perubahan perilaku masyarakat, TPA berpotensi cepat penuh dan memicu krisis lingkungan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *