Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026
Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 yang dipusatkan di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, selama empat hari, 4–7 Maret 2026.(Dok. Dirjen Pendis Kemenag)

Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026: Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Pelajar

SEMARANG[BahteraJateng] – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 yang dipusatkan di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang.

Kegiatan berlangsung selama empat hari, 4–7 Maret 2026, dan diikuti ribuan pelajar serta pengurus Rohani Islam (Rohis) dari berbagai daerah di Indonesia.


Program pembinaan keagamaan ini diselenggarakan melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pengelola Masjid Agung Jawa Tengah, serta Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII).

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman keislaman, kepemimpinan, serta karakter generasi muda di lingkungan sekolah.


Acara pembukaan yang digelar di ruang utama masjid dihadiri sekitar 7.000 pelajar dari jenjang SD hingga SMA di Kota Semarang serta pengurus Rohis dari berbagai provinsi. Para peserta merupakan perwakilan siswa yang aktif dalam kegiatan Rohani Islam di sekolah masing-masing.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa aktivis Rohis memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin masa depan bangsa.

“Generasi muda perlu memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan integritas moral,” ujarnya.

Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, M. Munir menjelaskan, bahwa Pesantren Ramadan Rohis Indonesia tidak hanya berfokus pada aktivitas ibadah, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai sosial di kalangan pelajar.

Kegiatan ini mengusung tema “Ramadan Penuh Cinta” yang menekankan pentingnya kecintaan kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, serta bangsa dan negara melalui konsep Kurikulum Cinta.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda seperti tadarus Al-Qur’an, khatmil Qur’an, kajian Islam Ramadan, diskusi moderasi beragama, hingga materi kepemimpinan generasi muda.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi ekonomi syariah, manasik haji, serta sharing session mengenai tantangan generasi muda di era digital.

Panitia juga mengadakan penanaman 70 pohon kelengkeng sebagai bagian dari gerakan ekoteologi yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan.

Selain itu diluncurkan pula program Wakaf Rohis Indonesia serta inovasi teknologi keagamaan Animasi Murottal (A-Mur) yang dikembangkan oleh Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Melalui kegiatan ini, Rohis diharapkan semakin berperan sebagai ruang pembinaan karakter pelajar yang moderat, inklusif, serta mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *