Bahasa Arab Jadi Alat Diplomasi, Wagub Jateng Dorong Mahasiswa Perkuat Kompetensi
SEMARANG[BahteraJateng] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Arab sebagai instrumen strategis dalam memperkuat hubungan diplomasi internasional, khususnya dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Wagub Jateng saat menghadiri pelantikan serentak dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia atau Ittihadu Tholabah Al-Lughah Al-Arabiyah bi Indonesia di kampus UIN Walisongo Semarang pada Jumat (3/4).
Menurutnya, kemampuan berbahasa Arab tidak hanya relevan dalam konteks keilmuan dan tradisi pesantren, tetapi juga memiliki peran penting dalam komunikasi global.
Bahasa Arab dinilai menjadi kunci untuk membuka akses kerja sama dengan negara-negara Timur Tengah yang memiliki pengaruh besar dalam geopolitik dan ekonomi dunia.
“Bahasa Arab bukan sekadar warisan, tetapi juga alat diplomasi yang penting untuk membangun komunikasi antarnegara,” ujar Gus Yasin sapaan akrabnya m
Ia menambahkan, mahasiswa sebagai generasi muda perlu memanfaatkan penguasaan bahasa sebagai modal untuk tampil di kancah internasional.
Dengan kompetensi bahasa yang kuat, mahasiswa dapat berperan sebagai representasi Indonesia dalam menyampaikan gagasan, budaya, hingga kepentingan nasional di forum global.
Selain itu, Wagub juga mengapresiasi kiprah Ittihadu Tholabah Al-Lughah Al-Arabiyah bi Indonesia yang telah aktif mengirimkan pengajar bahasa Arab ke sejumlah negara di kawasan ASEAN. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian awal dalam membangun jejaring internasional yang lebih luas.
“Mahasiswa kita bisa menjadi penyambung lidah Indonesia untuk mengomunikasikan berbagai isu global,” imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, termasuk dalam bidang bahasa.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya beasiswa pendidikan bagi santri dan mahasiswa untuk melanjutkan studi hingga jenjang S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia berharap, penguatan kompetensi bahasa Arab di kalangan mahasiswa dapat terus ditingkatkan sehingga mampu berkontribusi nyata dalam diplomasi internasional serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global. (sun)

