Perhutani Kebonharjo Hadiri Rakor Persiapan TMMD
Perhutani KPH Kebonharjo menghadiri Rakor Persiapan TMMD Reguler ke 130 tahun 2026 di Ruang Transit Dampo Awang Makodim 0720/Rembang, Kamis (9/4).(Dok. KPH Kebonharjo)
|

Perhutani Kebonharjo Hadiri Rakor Persiapan TMMD Kodim 0720/Rembang

REMBANG[BahteraJateng] – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menghadiri undangan rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 130 tahun 2026 di Ruang Transit Dampo Awang Makodim 0720/Rembang pada Kamis (9/4).

Hadiri dalam kegiatan tersebut perwakilan dari pemerintah daerah, instansi teknis, para Danramil, perwira staf Kodim, serta elemen pendukung lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD.

Kegiatan rakor ditujukan untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergitas, serta memastikan kesiapan pelaksanaan program TMMD agar berjalan optimal dan tepat sasaran dalam mendukung pembangunan di wilayah Kabupaten Rembang.

Administratur/KKPH Kebonharjo yang diwakili Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP), Lasmundi, menyampaikan bahwa Perhutani KPH Kebonharjo siap mendukung TTMD Kodim 0720/Rembang.

Dia menambahkan bahwa lokasi TTMD yang berada didalam kawasan hutan, diharapkan untuk segera mengurus perijinan pembangunan sesuai dengan Permen LHK nomor 7 th 2021.

“Perhutani siap berkolaborasi dan mendukung program TMMD diwilayah Kabupaten Rembang. Karena lokasi TMMD kali ini berada dalam kawasan hutan diharapkan agar semua perijinan dipenuhi terlebuh dahulu sebelum pelaksanaan,” jelas Lasmundi.

Komandan Kodim (Dandim) 0720/Rembang, Letkol. ARM Winner Fradana Dieng dalam arahannya menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik semata, melainkan bentuk nyata sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

“TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus memiliki komitmen kuat, bekerja secara maksimal, dan mengedepankan koordinasi yang solid agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Letkol Winner.

Lebih lanjut, Dandim menekankan pentingnya perencanaan yang matang, khususnya dalam penentuan sasaran fisik dan non-fisik. Sasaran fisik yang direncanakan meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti jalan desa, jembatan, serta fasilitas umum lainnya yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat.

Sementara itu, sasaran non-fisik akan difokuskan pada penyuluhan dan pembinaan, seperti wawasan kebangsaan, kesehatan, pertanian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah sasaran.

Rapat dilanjutkan dengan penyusunan jadwal tindak lanjut lapangan untuk memastikan program TMMD Tahun Anggaran 2026 berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *