Kronologi Dua Remaja Tewas Terlindas Tronton Jalur Hutan Sono Jepara
JEPARA[BahteraJateng] – Kecelakaan maut yang menewaskan dua remaja di kawasan Hutan Sono, Desa Jlegong, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara pada Minggu (19/4), diduga kuat dipicu oleh faktor teknis saat proses mendahului kendaraan di jalur dua arah.
Peristiwa tragis tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi dengan truk tronton tangki. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal oleh jajaran Polsek Keling Polres Jepara, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai remaja berinisial K (13), berboncengan dengan M (12), melaju dari arah barat.
Saat mencoba mendahului truk tronton tangki di depannya, pengendara motor diduga tidak memiliki ruang pandang yang cukup. Pada saat bersamaan, muncul kendaraan truk dump dari arah berlawanan yang mempersempit ruang gerak.
Kondisi tersebut membuat pengendara motor terkejut dan kehilangan kendali, hingga akhirnya terjatuh ke arah kolong truk tronton yang tengah didahului. Kedua korban kemudian terlindas dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolsek Keling AKP Suyitno menjelaskan, karakteristik jalan di kawasan Hutan Sono yang relatif sempit serta kemungkinan terbatasnya jarak pandang turut menjadi faktor risiko dalam kecelakaan tersebut.
“Upaya mendahului kendaraan di jalur dengan visibilitas terbatas sangat berbahaya, terlebih jika terdapat kendaraan dari arah berlawanan. Ini menjadi salah satu faktor utama yang kami temukan dari hasil olah TKP awal,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan kendaraan besar seperti truk tronton dan dump truck di jalur tersebut juga menambah tingkat kerawanan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang memiliki perlindungan minim.
Petugas yang menerima laporan sekitar pukul 11.30 WIB langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan arus lalu lintas, serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut.
Polisi kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama dalam mengambil keputusan mendahului kendaraan di jalan dengan kondisi terbatas.
“Pastikan jarak pandang aman dan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan sebelum mendahului. Kesalahan dalam hitungan detik bisa berakibat fatal,” tegas AKP Suyitno.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kehati-hatian dalam berkendara, khususnya di jalur rawan seperti kawasan hutan dengan visibilitas terbatas.

