Kawasan Silayur
Jalur kawasan Silayur di Ngaliyan, Kota Semarang.(Foto. BahteraJateng/day)
| |

Lalin Silayur Lebih Lancar Usai di Portal, Pengendara Soroti Risiko Tanjakan dan Drainase

SEMARANG[BahteraJateng] — Kondisi lalu lintas di Jalan Prof Dr Hamka, khususnya jalur tanjakan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, dinilai lebih lancar setelah diterapkannya portal pembatas kendaraan besar. Meski demikian, sejumlah pengguna jalan masih menyoroti persoalan infrastruktur serta potensi bahaya di jalur tersebut.

Pengendara asal Mijen, Ilham (27), yang hampir setiap hari melintasi Silayur menuju pusat Kota Semarang, menilai pemasangan portal berdampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi hari.


“Sekarang lebih aman, enggak terlalu macet seperti dulu. Kalau sebelumnya perjalanan bisa sampai 45 menit, sekarang sekitar 30 sampai 35 menit,” ujarnya, Selasa (12/5).

Menurut Ilham, sebelum adanya pembatasan, kemacetan sering dipicu kendaraan berat seperti truk yang melintas di jalur tanjakan. Ia juga merasa lebih tenang karena risiko kecelakaan akibat rem blong kendaraan besar dinilai berkurang.

Meski lalu lintas membaik, Ilham menyoroti kondisi fisik jalan yang masih perlu perhatian, seperti gelombang jalan di jalur turun serta patahan jalan di akses Permata Puri menuju Silayur yang dinilai menghambat kendaraan saat menanjak.

“Kalau mau naik jadi enggak bisa ancang-ancang karena kondisi jalannya,” katanya.

Senada, warga Ngaliyan, Kusuma (30), menilai kawasan Silayur kini lebih aman bagi pengendara pribadi karena kendaraan besar bermuatan berlebih tidak lagi mendominasi jalur tersebut.

“Dulu kalau ada truk besar di belakang saat tanjakan rasanya deg-degan. Sekarang jauh lebih aman,” ujarnya.

Namun Kusuma menyebut masih ada sejumlah persoalan, terutama sistem drainase di jalur turunan Silayur yang dinilai belum optimal. Saat hujan, air kerap meluber ke badan jalan dan mengganggu pengendara.

“Kalau hujan, airnya masih ngalir di jalan, bukan masuk drainase. Itu cukup berbahaya,” katanya.

Warga berharap selain pengaturan kendaraan berat, pemerintah juga terus membenahi kualitas jalan dan sistem drainase agar keselamatan pengguna jalan di kawasan Silayur semakin meningkat.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *