|

Pendidikan Keagamaan Berperan Dalam Siapkan Generasi Tangguh Songong Tahun Emas 2045

SEMARANG[BahteraJateng] – Keberadaan pendidikan keagamaan memegang peran penting dalam dalam menyiapkan generasi tangguh yang diharapkan dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 mendatang.

Pj Gubernur Jawa Tengah  Nana Sudjana mengatakan agar visi Indonesia Emas 2045 dapat benar-benar terwujud maka mulai sekarang sumberdaya manusia (SDM) harus disiapkan dengan sungguh-sungguh.


“Ada dua fenomena yang perlu diwacanakan agar semuanya tergerak untuk menyongsong dan bersiap mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 itu,” ujar Nana Sudjana saat upacara pembukaan halaqah ulama di Hotel Pandanaran Semarang, Jum’at (3/5).

Halaqah ulama yang mengusung tema Peran Pendidikan Keagamaan Dalam Menyiapkan Generasi Tangguh Indonesia Emas 2045 diselenggarakan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jateng bekerja sama dengan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Jum’at – Sabtu (3-4/5).


Menurutnya, dua fenomena itu meliputi proyeksi Indonesia menjadi salah satu negara  dari lima negara di dunia yang memiliki kekuatan ekonomi besar dan bonus demografi berupa kondisi  jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari jumlah penduduk yang tidak produktif.

Dua fenomena itu, lanjutnya, harus disikapi bersama oleh seluruh masyarakat, karena sangat tidak mungkin dapat berhasil mewujudkan visi Indonesia Emas jika pemerintah menghadapi sendirian. Masyarakat dan pemerintah harus bersatu padu mewujudkan SDM yang berkualitas.

SDM berkualitas dan tangguh tidak hanya terbatas pada penguasaan ilmu dan teknologi saja, tetapi juga harus didukung dengan akhlak mulia dan spiritual yang kuat. Disinilah ulama hadir untuk berkontribusi mengantarkan lahirnya generasi tangguh.

Ketua Umum MUI Jateng, KH Ahmad Darodji menambahkan, melalui kegiatan halaqah ini MUI Jateng berupaya berkontribusi menyiapkan  lahirnya generasi tangguh yang mencakup tiga aspek yakni akhlak, ekonomi dan ilmu pengetahuan.

“Gerakan reformasi di Indonesia sudah berjalan 20 tahun lebih, tapi  tidak ada perubahan yang berarti, sehingga hal ini  perlu disikapi, terutama dalam rangka menyambut generasi emas 2045 yang waktunya tinggal 20 tahun lagi,” tuturnya.

Menurutnya, jangan sampai pada 2045 nanti tidak memiliki kesiapan apa-apa. Karena itu generasi penerus harus disiapkan terutama dari sisi akhlak, ekonomi dan pengetahuannya.

Kasubdit Pendidikan Madrasah Takmiliyah  Direktorat PD Pontren Ditjen Pendis Kemenag Siti Sadiyah menyampaikan pidato kunci dalam halaqah ini menuturkan, ulama bersama masyarakat sejatinya sudah berperan dalam turut serta membangun generasi tangguh melalui pembangunan karakter dan akhlaq pada lembaga-lembaga pendidikan yang ada di masyarakat.

“Para kiai dan masyarakat yang mengelola majelis-majelis taklim, madrasah-madrasah diniyah dan pesantren telah berkontribusi nyata dalam membekali generasi yang berakhlak,” ujarnya.

Begitu pentingnya akhlak, maka diharapkan peran ulama dalam mengelola pendidikan keagamaan  di masyarakat jangan sampai mengendor, pemerintah melalui program Kemenag akan terus mendukung peran-peran itu.

Nara sumber lain yang menyampaikan materi dalam halaqah ini adalah Ketua MUI Pusat (bidang fatwa) Prof Dr KH Asrorun Niam, MA akan membahas tentang Tantangan dan Solusi Dalam Penyiapan Generasi Emas Indonesia 2015,

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang Prof Dr KH Fatah Syukur MAg, Ketua Baznas RI dan Prof Dr KH Noor Achmad (Menyiapkan Generasi Ulama yang Berkualitas), serta Ketua Badan Optimalisasi Aset dan Bisnis Unnes Dr Moh Solehatul Mustofa MA (Digital Mindset : Generasi Tangguh Indonesia Emas Tahun 2045 di Era Disrupsi Teknologi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *