Tanggul jebol di Banjarnegara
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mendampingi Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, meninjau langsung lokasi tanggul irigasi yang jebol di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Senin (1/6).(Dok. Diskominfo Banjarnegara)

Dirjen SDA Tinjau Perbaikan Tanggul Jebol di Banjarnegara, BBWSSO Target Rampung Sebulan

BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, meninjau langsung lokasi tanggul irigasi yang jebol di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara pada Senin (1/6).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan kerusakan yang berdampak pada ratusan hektare lahan pertanian.

Dalam peninjauan itu, Arnold didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Maryadi Utama serta Bupati Amalia Desiana. Rombongan meninjau titik tanggul jebol dan memantau proses penanganan darurat menggunakan alat berat di lokasi.

Arnold mengatakan perbaikan tanggul menjadi prioritas agar pasokan air irigasi untuk lahan pertanian dapat segera pulih.

“Berdasarkan hasil investigasi awal, kerusakan dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem, usia infrastruktur yang sudah tua, serta penurunan struktur tanah pada bagian tanggul yang belum lama direhabilitasi,” ujarnya.

Selain faktor alam, Arnold juga menyoroti adanya aktivitas penyodetan saluran irigasi secara ilegal yang diduga turut memperparah kondisi tanggul hingga akhirnya longsor dan jebol.

Sementara itu, Kepala BBWSSO Maryadi Utama menjelaskan bahwa penanganan dilakukan melalui dua skema yang berjalan bersamaan, yakni penanganan darurat dan rekonstruksi permanen. Saat ini, fokus utama adalah menutup celah tanggul menggunakan material batu dan bronjong untuk menahan aliran air.

“Perbaikan bendung atau tanggul yang jebol ini kami targetkan rampung sekitar satu bulan,” ujar Maryadi.

Untuk menjaga pasokan air bagi petani selama proses perbaikan berlangsung, BBWSSO menyiapkan sistem pompanisasi dari Saluran Sekunder Siwuluh. Langkah tersebut dilakukan agar sekitar 161 hektare lahan persawahan yang terdampak tetap memperoleh suplai air.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengapresiasi respons cepat Kementerian PU dan BBWSSO dalam menangani kerusakan tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara akan mendukung upaya penyediaan sumber air alternatif guna meminimalkan dampak terhadap petani.

“Kami akan mengoptimalkan potensi sumber air yang ada, termasuk melalui pompa dari Saluran Siwuluh, agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung,” kata Amalia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *