FKUB Jateng Ajak Umat Beragama Tidak Kotori Pilkada Dengan Politik Uang
SEMARANG[BahteraJateng] – Tokoh lintas agama di Jawa Tengah yang tergabung dalam wadah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengajak warga masyarakat agar tidak mengotori nilai-nilai luhur demokrasi dengan praktek money politik saat berlangsungnya pesta demokrasi atau pemilihan umum.
Ajakan itu disampaikan Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah Prof Dr KH Imam Yahya MAg dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Gerakan Antipolitik Uang dalam Pilkada Serentak 2024, yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah, di gedung DPD RI Jateng, Jalan Imam Bonjol, Semarang, Jum’at (2/8).

“Mari kita ajak masyarakat untuk menghindari praktik politik uang dalam berdemokrasi, terdekat pada pilkada serentak November mendatang, karena politik uang mengganggu proses demokratisasi,” ujar Prof Imam.
Menurutnya, ada tiga cara yang dapat dilakukan pemuka agama dalam menolak politik uang. Pertama, melalui pendidikan politik dan membangun kesadaran melalui khutbah dan ceramah keagamaan, diskusi maupun seminar.

Kedua, melalui keteladanan atau uswatun hasanah para elit atau tokoh, dan ketiga
pengawasan dan pelaporan yang dapat dilakukan oleh masyarakat melalui kerja sama dengan Bawaslu.
FGD yang diikuti 21 orang pengurus FKUB Jateng juga menampilkan narabsumber senator DPR-RI Dapil Jateng Dr H Abdul Kholik SH M Si, Komisoner KPU Jateng Basmar Perianto dan Ketua Ketua Bawaslu Jateng Muhammad Amin SAP MH.
Abdul Kholik berobsesi, Pilkada langsung di seluruh Indonesia yang dijalankan sejak 2005 semula diharapkan mampu mewujudkan demokrasi yang berkualitas, rakyat benar-benar berdaulat dan asas langsung umum bebas dan rahasia (luber) dan jujur adil (jurdil) berjalan dehgan semestinya, sehingga menghasilkan pemimpin di daerah yang berkualitas dan mampu bekerja dalam upaya menyejahterakan masyarakat.
Namun, lanjutnya. fakta menunjukkan, penyelenggaraan Pilkada serentak selama kurun waktu hampir 20 tahun ini, dari 500 lebih kepala daerah yang terpilih, 400 lebih diantaranya bermasalah dengan indikasi terlibat kasus hukum yang pemicu utamanya akibat praktik politik uang , ini memprihatinkan sekali.
Pada penghujung FGD yang dimoderatoi sekretaris FKUB Jateng KH Dr Multazam Ahmad, MA dilangsungkan dekalarasi gerakan Antipolitik uang dalam Pilkada serentak 2024, yang ditandatangni oleh semua peserta FGD.

