| |

Pemerintah Arab Saudi Tambahkan Layanan Fast Track Jamaah Haji Indonesia

MALANG[BahteraJateng] – Pemerintah Arab Saudi akan menambah layanan Fast Track di dua bandara internasional di Indonesia untuk meningkan kualitas pelayanan kepada jamaah haji Indonesia yang akan menjalankan ibadah rukun Islam kelima (haji)  2025 menadatang.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jateng Fitriyanto SAg MPd I mengatakan dua bandara itu meliputi bandara internasional di Medan Sumatera Utara dan Makassar Sulawesi Selatan.


Kepastian penambahan layanan fash track disampaikan saat Pemerintah Arab Saudi mengunjungi Fast Track di Bandara Adi Soemarmo, Solo pada 31 Mei 2024.

“Dengan demikian pada penyelengaraan haji 2025 yang akan datang layanan fast track akan diberlakukan di lima bandara, selain Medan dan Makassar juga bandara Soekarno Hatta Tangerang, Adi Suemarmo Solo dan Juanda Surabaya yang sebelumnya sudah memberikan layanan fast track,” ujar Fitriyanto dalam Rapat Koordinasi PHU dalam menyusun Strategi Komunikasi untuk Kehumasan di Malang,  Minggu, (25/8).


Menurutnya, layanan fast track adalah fasilitas preclearance atau pemeriksaan dokumen jemaah haji oleh Keimigrasian Pemerintah Arab Saudi di Indonesia. Layanan ini dapat  mempercepat pelayanan pemeriksaan dokumen keimigrasian (pre departure clearance) bagi jemaah haji, seperti visa dan paspor.

Waktu yang dibutuhkan dengan layanan fast track ini, lanjutnya, tidak lebih dari 2 menit. Hal ini sangat membantu jemaah haji Indonesia ketika tiba di bandara tujuan. Jamaah haji  tidak perlu lagi  menjalani proses imigrasi,tetapi  bisa langsung melanjutkan perjalanan beribadah di Tanah Suci.

Dia menambahkan, jika tidak menggunakan layanan fast track, biasanya penyelesaian imigrasi bisa memakan waktu sekitar dua sampai lima jam. Layanan fast track bagi jemaah haji Indonesia ini awalnya hanya diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng Tangerang.

Sejak 2024, tutur Fitriyanto, ketersediaan layanan fast track bertambah dua, yakni  di Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Adi Soemarmo, Surakarta. Kehadiran layanan fast track dapat menghemat waktu jemaah setibanya di bandara tujuan, baik Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, maupun King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah.

Sebab, proses pengecekan dokumen keimigrasian, seperti visa dan paspor, sudah dilakukan sejak di bandara keberangkatan di tanah air, sehingga saat tiba di bandara Arab Saudi bisa langsung keluar bandara untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *