Nobar film Pramuka
Ratusan guru, kepala sekolah, dan pembimbing pramuka nonton bareng film "Pramuka" di bioskop Pakuwon Mall, Sleman, Selasa (4/8/2026). (Foto. BahteraJateng/HH)

Alamanda Pictures Gandeng Kwarcab Sleman Kenalkan Film Pramuka kepada Ratusan Guru

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Alamanda Pictures bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sleman memperkenalkan film bertema pendidikan karakter berjudul Pramuka kepada ratusan guru, kepala sekolah, dan pembina Pramuka. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Pramuka ke-65.

Sosialisasi film digelar melalui kegiatan nonton bareng di bioskop Pakuwon Mall, Sleman pada Selasa (4/8). Selain Sleman, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Sebanyak 300 peserta dari 17 kapanewon di Kabupaten Sleman mengikuti pemutaran film tersebut. Meski belum resmi dirilis, film Pramuka diperkenalkan lebih awal agar para pendidik dapat memahami pesan yang diusung dan menyampaikannya kepada para siswa.

Humas Alamanda Pictures Yogyakarta, Endah Dwi Rahayu, mengatakan film tersebut diproduksi untuk menyambut Hari Pramuka sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kepramukaan di kalangan generasi muda.


“Film ini dibuat menyambut Hari Pramuka ke-65. Sosialisasinya untuk memperkenalkan kepada dewan guru dan pembina Pramuka agar bisa menyampaikan pesan ini ke anak-anak,” kata Endah.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan penggunaan gadget menjadi tantangan dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, film Pramuka diharapkan dapat menjadi media edukasi yang mampu menanamkan kembali nilai disiplin, gotong royong, kemandirian, dan semangat kebersamaan.

Film tersebut mengisahkan sekelompok pelajar yang mengikuti kegiatan Pramuka dan menghadapi berbagai persoalan saat berada di alam terbuka.

“Adegan yang paling berkesan tentang gotong royong, persahabatan, dan bagaimana anak-anak memecahkan masalah. Anak zaman sekarang lebih cepat bergantung pada orang tuanya, sehingga film ini membawa semangat kekeluargaan,” ujarnya.

Sekretaris Gerakan Kwarcab Sleman, Savitri Nurmala Dewi, mengatakan kegiatan nonton bareng ini merupakan tahap awal sebelum film diputar untuk para siswa setelah peluncuran resminya usai Hari Pramuka.

“Pagi ini yang menonton bukan anak didik. Yang diundang adalah para kepala sekolah SD dan SMP serta pembina Pramuka. Setelah diluncurkan seusai Hari Pramuka nanti, film ini akan ditonton oleh anak didik,” katanya.

Savitri menilai kolaborasi Alamanda Pictures dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) menjadi inovasi baru dalam mengenalkan kegiatan Pramuka melalui media audio visual yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

“Terobosan pembuatan film ini kami harapkan dapat meningkatkan ketertarikan anak didik untuk masuk dan mengikuti kegiatan Pramuka,” jelasnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi hadirnya film tersebut. Menurutnya, media film dapat menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kalau film seperti Pramuka ini tentu memberikan edukasi tentang gotong royong, disiplin, patuh, dan kerja keras untuk meraih sesuatu,” ujarnya.

Danang menambahkan, Indonesia memiliki banyak orang cerdas, namun masih membutuhkan lebih banyak sosok yang berani melakukan kebenaran.

“Indonesia wong pinter okeh, tapi sing berani jarang. Melakukan kebenaran biasanya malah ikut arus. Salah ora popo, sing penting wani,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *