Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat ditemui di sela acara Sarasehan Kebangsaan di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Selasa (20/5).(Dok Humas)
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat ditemui di sela acara Sarasehan Kebangsaan di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Selasa (20/5).(Dok Humas)
|

Banjir Demak dan Grobogan, Gubernur Luthfi Dorong Normalisasi Sungai Tuntang

JAKARTA[BahteraJateng] — Pemerintah terus bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak dan Grobogan, Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan berbagai upaya telah dilakukan mulai dari evakuasi warga terdampak hingga penyaluran bantuan logistik ke lokasi bencana.

“Kita sudah mengerahkan beberapa satgas. BPBD dan dinas terkait sudah berada di lokasi, pengungsi juga sudah kami lokalisir, dan bantuan logistik terus didistribusikan,” kata Luthfi saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta pada Selasa (20/5).

Banjir di Demak diakibatkan intensitas hujan tinggi sehingga Sungai Tuntang meluap, serta jebolnya tanggul di dua titik yaitu di Desa Karangrejo dan Desa Kembangan, Kecamatan Bonang.

Luthfi menyebutkan bahwa Sungai Tuntang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, sehingga pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian PUPR untuk segera melakukan normalisasi.

Luthfi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada karena curah hujan masih tinggi di beberapa wilayah. Tempat-tempat pengungsian disiapkan untuk mengantisipasi bencana susulan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat ditemui di sela acara Sarasehan Kebangsaan di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Selasa (20/5).(Dok Humas)
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat ditemui di sela acara Sarasehan Kebangsaan di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Selasa (20/5).(Dok Humas)

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan timnya langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan.

“Penanganan dilakukan dengan mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan, dan berkoordinasi secara teknis dengan instansi terkait,” ujarnya.

Tercatat 11 desa terdampak banjir di Demak, dengan total 11.662 jiwa dari 2.903 KK terdampak. Sebanyak 153 rumah, 18 fasilitas umum, 13 fasilitas pendidikan, 3 fasilitas kesehatan, dan 270 hektare lahan pertanian turut terdampak.

Sementara itu, di Grobogan, banjir terjadi sejak 16 Mei akibat hujan deras, buruknya drainase, dan jebolnya tanggul Sungai Kliteh serta Renggong.

Air masih menggenangi Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, dengan ketinggian 50–150 cm. Penanganan terus dilakukan untuk mengatasi jebolan dan mencegah banjir meluas.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *