Belajar dari Jakarta, Warga Minta Berantas Ikan Sapu-sapu di Kali Semarang
SEMARANG[BahteraJateng] – Meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di sejumlah sungai atau kali di Semarang memicu kekhawatiran warga. Salah satunya disampaikan oleh Rachman Pulalo, yang menilai keberadaan ikan tersebut kian mengancam keseimbangan ekosistem perairan.
Rachman mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sebelumnya gencar melakukan pemberantasan ikan sapu-sapu. Ia berharap upaya serupa juga dilakukan pemerintah daerah di Semarang.

“Ikan sapu-sapu sangat merusak ekosistem. Mereka memakan telur ikan lokal sehingga mengancam keberadaan ikan endemik,” ujar tokoh muda Semarang tersebut pada Sabtu (18/4).
Menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada ekosistem biotik, tetapi juga struktur fisik sungai. Ikan ini diketahui membuat lubang di dasar dan dinding sungai untuk berkembang biak, yang berpotensi merusak pondasi hingga memicu longsor atau jebolnya tanggul.

Populasi ikan sapu-sapu dilaporkan telah tersebar di berbagai titik, mulai kawasan Kota Lama seperti Jalan Merak, Kali Marabunta, hingga Kali Krokosono di sekitar SMA Negeri 14 Semarang. Selain itu, ikan tersebut juga ditemukan di wilayah Kaligawe, Genuk, Tlogosari, Madukoro, Ronggowarsito, hingga waduk buatan dan Polder Tawang.
Secara ilmiah, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif dari Sungai Amazon dan termasuk dalam keluarga Loricariidae. Ikan ini memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem, termasuk perairan tercemar.
Di habitat aslinya, ikan ini berperan sebagai pembersih alga. Namun di perairan Indonesia, ketiadaan predator alami membuat populasinya tak terkendali. Kemampuannya berkembang biak cepat dan kebiasaannya memakan telur ikan lain menjadikannya ancaman serius bagi spesies lokal.
Rachman mengaku telah berupaya menangkap ikan tersebut secara mandiri, namun jumlahnya yang besar membuat hasilnya tidak signifikan. Ia mendorong keterlibatan relawan lingkungan dan dinas terkait untuk penanganan yang lebih sistematis.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga kebersihan sungai. Pengalaman pribadinya membersihkan sungai di kawasan Semarang Utara sebelum pandemi menunjukkan bahwa dengan penanganan serius, kondisi sungai bisa kembali bersih dan produktif.
Kini, ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini. “Kalau Jakarta bisa, Semarang juga harus bisa,” tegasnya.

