BPBD Blora Siaga Hadapi Puncak Kemarau Tahun 2026
BLORA[BahteraJateng] – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, telah siaga dalam menghadapi puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blora, Widodo, di ruang kerjanya pada Kamis (16/7).
Widodo mengungkapkan ada dua potensi ancaman utama saat puncak musim kemarau di Kabupaten Blora.
“Ancaman bencana kekeringan dan kebakaran. Untuk kekeringan, kami membuat skala prioritas. Jika sangat mendesak, kami siap droping air bersih. Saat ini ada 149 desa/kelurahan yang diindikasikan akan mengalami kekeringan,” ujar Widodo kepada BahteraJateng.
Ia juga menegaskan bahwa untuk menentukan skala prioritas, petugas BPBD akan terjun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil di daerah sebelum melakukan droping air bersih.
“Saat ini kebutuhan air masih mencukupi. Kemarin ada pengajuan droping air dari salah satu dusun di Kecamatan Ngawen. Tetapi secara garis besar, sampai saat ini belum sampai status darurat,” lanjutnya.
Lebih lanjut Widodo menjelaskan alur pengajuan dan pendistribusian air bersih bagi warga yang membutuhkan.
“Pengajuan harus lewat desa atau kelurahan. Kalau pribadi tidak bisa. Nanti Kades mengajukan ke kami. Kami juga terbuka bagi pihak lain yang ingin mendistribusikan air bersih. Jika membutuhkan data daerah mana yang membutuhkan air, kami siap,” jelasnya.
Pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menghadapi puncak musim kemarau.
“Selalu waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran. Cek kondisi instalasi listrik, jauhkan pakan ternak di dalam rumah dari sumber api, dan hemat dalam menggunakan air bersih,” pungkasnya.(day)

