Cepu Dikepung Banjir, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
BLORA[BahteraJateng] – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, menyebabkan banjir di sejumlah titik pada Jumat (10/4) sore. Aparat kepolisian bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Genangan mulai muncul setelah hujan deras turun sejak pukul 17.00 WIB. Beberapa lokasi terdampak antara lain Jalan Stasiun Kota di lingkungan Ngareng dan Pertigaan Kalis dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Sementara itu, genangan setinggi sekitar 10 sentimeter juga terjadi di Jalan Cepu–Randublatung, tepatnya di Desa Mulyorejo.

Kasihumas Polres Blora, Midiyono, mengatakan bahwa personel Polsek Cepu langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan.
“Petugas dari Polsek Cepu bersama Babinsa, Satpol PP, BPBD Blora, dan relawan sudah berada di lapangan. Fokus utama kami melakukan pengalihan arus di titik genangan agar kendaraan tidak terjebak,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan diduga disebabkan oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan serta luapan sungai. Di Desa Mulyorejo, banjir juga dipicu limpasan air dari area persawahan di dataran lebih tinggi yang mengalir ke jalan raya.
Meski sempat mengganggu akses lalu lintas, kondisi di sejumlah titik seperti Ngareng dan Desa Mulyorejo dilaporkan mulai surut. Kendaraan roda dua maupun roda empat kini sudah dapat melintas kembali secara normal.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan akibat peristiwa ini. Saat ini, petugas masih melakukan pemantauan debit air serta membantu warga membersihkan saluran air.
Masyarakat diimbau tetap waspada saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, mengingat potensi hujan masih tinggi di wilayah Blora dan sekitarnya.

