Penemuan pemilik Counter HP Royal Phone
Pemilik Counter HP Royal Phone, Candra Waskito (25), ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz bernomor polisi AD 1398 YJ di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Kamis (6/8) sore.(Dok. Humas Polres)
|

Counter HP Royal Phone Diduga Dibobol Maling, Pemilik Ditemukan Tewas di Grobogan 

SEMARANG[BahteraJateng] — Pemilik Counter HP Royal Phone, Candra Waskito (25), ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz bernomor polisi AD 1398 YJ di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Kamis (6/8) sore.

Penemuan tersebut terjadi setelah counter miliknya di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, diduga menjadi sasaran pencurian dengan kekerasan.


Sebelum Candra ditemukan meninggal, karyawan Counter HP Royal Phone mendapati kondisi tempat usaha dalam keadaan berantakan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian karena diduga telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Polsek Ambarawa bersama Satreskrim Polres Semarang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah informasi terkait peristiwa tersebut.


Dalam proses penyelidikan, polisi juga mengetahui pemilik counter tidak berada di lokasi sejak dini hari. Pencarian terhadap Candra dilakukan hingga kemudian warga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam mobil pribadinya yang terparkir di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti kepolisian. Satreskrim Polres Semarang berkoordinasi dengan Polres Grobogan untuk melakukan olah TKP, identifikasi korban, pemeriksaan saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, polisi masih mendalami keterkaitan antara dugaan pencurian dengan kekerasan di Counter HP Royal Phone dengan penemuan korban di wilayah Gubug.

“Seluruh fakta, barang bukti, dan keterangan saksi masih kami kumpulkan. Tim penyidik bekerja secara intensif untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk memastikan apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan,” kata Bodia pada Jumat (7/8).

Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait kasus tersebut dan menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian.

Hingga kini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian untuk mengungkap pelaku serta motif di balik rangkaian peristiwa tersebut.

“Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, korban sudah kami bawa ke RS Bhayangkara Semarang,” pungkas Bodia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *