Empat Paten Sederhana Dosen Fakultas Farmasi Unwahas Resmi Diterbitkan DJKI Tahun 2025
SEMARANG[BahteraJateng] – Empat invensi hasil penelitian dosen Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang resmi memperoleh sertifikat paten sederhana dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI pada pertengahan tahun 2025.
Keempat paten tersebut merupakan luaran dari program Pelatihan Penulisan Draft Paten (PDPP) dan Unggulan Berpotensi Kekayaan Intelektual (UBER KI) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) Saintek.

Invensi yang dikembangkan mengangkat bahan alam lokal serta teknologi farmasi terapan yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat dan industri.
Berikut empat judul paten yang telah resmi granted:
1. Proses Pembuatan Tonik Rambut Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmani) dengan Virgin Coconut Oil (VCO) – apt. Junvidya Heroweti, M.P.H.
2. Formula Nanoemulsi Minyak Biji Pala (Myristica fragrans) sebagai Antihiperpigmentasi – apt. Ayu Shabrina, M.Farm.
3. Formula Emulsi Kombinasi Ekstrak Apple Stem Cell dan Niacinamide – apt. Risha Fillah Fithria, M.Sc.
4. Proses Pembuatan Kompleks Molekular Asam Glikolat–Kitosan – apt. Malinda Prihantini, M.Si.


Wakil Dekan II Fakultas Farmasi Unwahas, Dr. Anita Dwi Puspitasari, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara tim dosen, laboratorium riset, serta dukungan pimpinan universitas dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unwahas.
Sementara itu, Ketua LPPM Unwahas, Dr. Agus Riyanto, menyebut pencapaian ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penyediaan produk berbasis bahan alam yang aman, efektif, dan inovatif.
“Keempat paten ini bukan hanya pencapaian akademik, tetapi juga kontribusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Capaian ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Diktisaintek Berdampak dan langkah strategis menuju rekognisi internasional melalui riset yang memiliki nilai kekayaan intelektual.
Dengan diterbitkannya paten-paten tersebut, Fakultas Farmasi Unwahas membuka peluang kerja sama dengan industri kosmetik dan farmasi dalam proses hilirisasi, pengembangan skala industri, serta komersialisasi produk-produk inovatif berbasis bahan alam Indonesia.(sun)

