FTBI Tingkat SD Demak Digelar, Jadi Ajang Pelestarian Bahasa dan Budaya Jawa
DEMAK[BahteraJateng] – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Demak digelar di halaman SD Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Kamis (3/9).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bangkit dan Berkembang Bersama Bahasa Ibu Menuju Indonesia Emas 2045”. FTBI menjadi salah satu wadah bagi para siswa untuk mengembangkan minat, bakat, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Jawa sejak usia sekolah dasar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Haris Wahyudi Ridwan, Kepala Koordinator Wilayah SD Kecamatan Mranggen Sunarto, serta jajaran Dinas Pendidikan dan perwakilan sekolah dasar se-Kabupaten Demak.
Ketua Panitia FTBI, Indra Faturohman, mengatakan kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi SD dari berbagai sekolah di Kabupaten Demak.
Menurutnya, FTBI tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk mengenalkan dan melestarikan bahasa serta kebudayaan Jawa kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap minat dan bakat anak-anak dalam bahasa Jawa dan budaya daerah dapat terus berkembang,” ujar Indra dalam sambutannya.
Beragam cabang perlombaan digelar dalam FTBI tersebut. Di antaranya menulis dan membaca bahasa Jawa, tembang macapat, serta bercerita menggunakan bahasa Jawa.
Para siswa yang berhasil meraih prestasi terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten Demak untuk mengikuti FTBI pada jenjang yang lebih tinggi, yakni tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Haris Wahyudi Ridwan, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap para peserta tidak hanya mampu berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga dapat membawa nama baik Demak pada kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Semoga dari ajang ini ada yang bisa meraih prestasi di tingkat provinsi. Yang tidak kalah penting, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita melestarikan budaya Jawa,” kata Haris.
Haris juga berpesan kepada para juri agar menjalankan tugas secara objektif dan tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam memberikan penilaian. Kepada seluruh peserta, ia meminta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat serta tetap menjaga kesehatan.
Pembukaan FTBI tingkat SD Kabupaten Demak kemudian ditandai dengan pemukulan gong oleh Haris Wahyudi Ridwan.
Dengan digelarnya FTBI, diharapkan bahasa Jawa dan berbagai bentuk seni budaya daerah tidak hanya menjadi bagian dari warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.(day)


