Gedung Literasi Konservasi Banjarmangu Resmi Dibuka, Jadi Pusat Edukasi Lingkungan di Banjarnegara
BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana meresmikan Gedung Ruang Literasi Konservasi di Dusun Kayunan, Desa Banjarmangu pada Jumat (26/12). Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus penguatan literasi masyarakat berbasis konservasi.
Peresmian gedung ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng, disertai penanaman pohon lindung di sekitar lokasi. Kehadiran gedung tersebut disambut antusias warga, ditandai dengan penampilan kesenian Rodad serta pidato bahasa Inggris dari anak-anak binaan Kampung Literasi Banjarmangu.
Dalam sambutannya, dr. Amalia menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menyebut berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk peristiwa di Situkung, sebagai peringatan bahwa kondisi alam membutuhkan perhatian serius.
“Alam kita sedang tidak baik-baik saja. Prinsipnya sederhana, jika ada yang ditebang maka harus ada yang ditanam kembali. Lingkungan bisa memberi nilai ekonomi, tetapi kelestariannya harus tetap dijaga,” kata Amalia.
Ia mengapresiasi gerakan konservasi yang tumbuh di Banjarmangu dan berharap Gedung Literasi Konservasi dapat menjadi ruang pembelajaran yang berkelanjutan, terutama bagi generasi muda.
Penggiat konservasi sekaligus penggagas kegiatan, Letkol (Laut) Farid Muldiyatno, menjelaskan bahwa gedung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai perpustakaan. Ruang literasi ini dirancang sebagai pusat kegiatan kreatif dan edukatif, mulai dari pembelajaran ekosistem alam, kursus bahasa Inggris, musik, hingga pengenalan keterampilan digital seperti coding.
Selain itu, tersedia etalase produk lokal yang menampilkan hasil unggulan warga, seperti kopi dan madu khas Banjarmangu. Menurut Farid, pendekatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran bahwa alam bukan sekadar sumber daya, melainkan warisan yang harus dijaga keseimbangannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Banjarnegara, Arief Rahman, berharap kehadiran gedung ini mampu meningkatkan minat baca dan menjadikan literasi sebagai budaya yang menyenangkan di tengah masyarakat.
Peresmian turut dihadiri unsur akademisi, komunitas konservasi, serta Laskar Penggerak Konservasi sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan.(day)

